HASUPA Tetap Menyala di Masa Libur: Harmoni Aksi Literasi dari Petak Malai (9)

SMAN 1 Petak Malai - Suasana libur sekolah tidak selalu identik dengan berhentinya aktivitas belajar. Di SMAN 1 Petak Malai, semangat literasi justru terus dijaga melalui program HASUPA, Harmoni Aksi Siswa Peduli Aksara. Program literasi yang digagas dan dijalankan secara konsisten ini kembali digelar pada Sabtu, 27 Desember 2025, bertempat di depan Aula Merah Putih, Kecamatan Petak Malai. Meski berada di tengah masa libur panjang, HASUPA tetap hadir sebagai ruang belajar yang ramah, sederhana, dan penuh kehangatan bagi anak-anak.

Literasi

Seperti biasanya, kegiatan dimulai sekitar pukul tiga sore. Muhammad Jumani berangkat menuju lokasi dengan membawa perlengkapan khas HASUPA: sebuah box berisi buku bacaan anak dan terpal berwarna biru yang akan dijadikan alas duduk bersama. Kesederhanaan ini justru menjadi ciri khas HASUPA, bahwa literasi tidak selalu membutuhkan ruang mewah, cukup niat, waktu, dan kepedulian. Kegiatan kali ini terasa sedikit berbeda karena tidak hanya ditemani relawan siswi dari SMAN 1 Petak Malai, tetapi juga dihadiri oleh istri dan si bungsu, menambah suasana kekeluargaan dalam kegiatan literasi sore itu.

Sesi membaca nyaring

Relawan siswa yang hadir pada kegiatan HASUPA kali ini berjumlah tiga orang, yakni Wulandari, Kristi, dan Yulia. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kepedulian terhadap literasi tidak mengenal kata libur. Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, para relawan mendampingi anak-anak yang datang untuk belajar membaca, mendengarkan cerita, dan mengikuti aktivitas bersama. Meski jumlah anak yang hadir kurang dari sepuluh orang, suasana kegiatan tetap terasa hidup dan penuh semangat.

Beberapa dugaan muncul terkait minimnya jumlah peserta kali ini. Masa libur sekolah yang bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru membuat sebagian anak ikut orang tua mereka ke kota untuk mengunjungi sanak keluarga. Ada pula yang ikut orang tua bekerja ke lokasi penambangan emas tradisional, serta beberapa lainnya pergi ke dukuh atau ladang karena musim panen durian mulai tiba. Kondisi ini menjadi gambaran nyata dinamika kehidupan masyarakat Petak Malai, yang sekaligus menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga konsistensi kegiatan literasi di daerah pedalaman.

Eksperimen Sains Lilin dan Botol

Namun demikian, keterbatasan jumlah peserta tidak mengurangi kualitas dan antusiasme kegiatan. Selain sesi membaca bersama, anak-anak juga menikmati buku cerita yang dibawakan oleh Kak Yulia dengan penuh ekspresi dan imajinasi. Tak hanya itu, kegiatan HASUPA kali ini juga dilengkapi dengan sesi eksperimen sains sederhana yang membuat anak-anak terlihat sangat bersemangat dan penasaran. Mereka belajar sambil bermain, bertanya, dan tertawa, sebuah pengalaman belajar yang mungkin jarang mereka dapatkan dalam keseharian.

Menjelang akhir kegiatan, suasana menjadi semakin hangat ketika si bungsu menyerahkan paket snack kepada teman-teman yang hadir. Pembagian snack ini bukan hanya sekadar penutup kegiatan, melainkan ungkapan rasa syukur atas ulang tahunnya yang ke-6. Momen kecil ini menghadirkan nilai kebersamaan, berbagi, dan empati, nilai-nilai yang sejalan dengan semangat literasi yang ingin ditanamkan sejak dini.

HASUPA kembali membuktikan bahwa literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi tentang menghadirkan ruang aman, menyenangkan, dan bermakna bagi anak-anak. Di tengah keterbatasan fasilitas dan tantangan geografis, SMAN 1 Petak Malai terus berupaya menyalakan api literasi melalui aksi nyata yang sederhana namun konsisten. Program HASUPA menjadi bukti bahwa belajar dapat berlangsung di mana saja, bahkan di masa libur sekalipun, selama masih ada kepedulian dan komitmen bersama.

Komentar