Ketika Pendidikan Harus Menjadi Ruang Aman: Belajar dari Tragedi dan Menguatkan Komitmen Melindungi Siswa
SMAN 1 Petak Malai - Dunia pendidikan Indonesia kembali berduka. Seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan mengakhiri hidupnya setelah diduga tidak mampu membeli buku dan pena untuk kebutuhan sekolah. Peristiwa memilukan ini menjadi perhatian nasional sekaligus pengingat bahwa akses pendidikan bukan hanya tentang tersedianya sekolah, tetapi juga tentang terpenuhinya kebutuhan dasar belajar setiap anak. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bahkan menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut dan berencana mengevaluasi Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai respons atas tragedi ini. Banyak pihak menilai peristiwa ini sebagai “alarm serius” agar semua elemen bangsa lebih peka terhadap persoalan sosial yang dapat menghambat hak anak untuk mendapatkan pendidikan. Lebih menyayat hati lagi, siswa tersebut diduga tidak dapat membeli perlengkapan sekolah yang nilainya kurang dari Rp10.000. Fakta ini memperlihatkan ba...