HASUPA (16 ) : Semangat Literasi Tak Pernah Surut
SMAN 1 Petak Malai - Sabtu, 28 Februari 2026 menjadi hari yang penuh cerita bagi kegiatan HASUPA (Harmoni Aksi Siswa Peduli Aksara), program literasi rutin kolaborasi antara SMAN 1 Petak Malai dan Taman Baca Baraoi. Siang itu, Desa Tumbang Baraoi diguyur hujan deras hampir selama satu jam, tepatnya sekitar pukul 13.30 WIB. Hujan yang turun cukup lebat sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa kegiatan literasi mingguan ini terpaksa harus dibatalkan.
Namun semangat memang sering kali lebih kuat daripada cuaca. Beberapa menit menjelang pukul 15.00 WIB, hujan perlahan berhenti. Meski langit masih mendung dan tanah merah di sekitar lokasi kegiatan berubah menjadi becek, anak-anak tetap berdatangan dengan penuh antusias. Telapak kaki dan sandal mereka lengket oleh tanah, tetapi itu tidak mengurangi semangat untuk belajar dan berkumpul bersama.
Karena kondisi lapak baca outdoor masih basah dan dedaunan di atas lokasi kegiatan masih meneteskan air hujan, panitia memutuskan untuk meniadakan kegiatan membaca buku demi menjaga koleksi bacaan agar tidak rusak. Meski demikian, kegiatan tetap berjalan dengan alternatif aktivitas edukatif yang tak kalah menarik.
Sembari menunggu tempat siap digunakan, panitia yang dibantu oleh anak-anak mulai menyiapkan terpal sebagai alas duduk. Beberapa jajanan ringan juga dipersiapkan untuk sesi literasi finansial di akhir kegiatan. Kebersamaan sederhana ini justru menghadirkan suasana hangat di tengah tanah yang masih lembap.
Sebagai pengganti lapak baca, anak-anak dipandu untuk belajar berhitung serta mengenal kosa kata sederhana dalam Bahasa Inggris menggunakan papan tulis kecil (white board). Mereka tampak bersemangat menjawab pertanyaan dan mencoba menuliskan kata-kata baru yang diajarkan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan praktik kreatif berupa origami melipat uang menjadi bentuk unik. Aktivitas ini bukan sekadar permainan, tetapi juga menjadi bagian dari pengenalan konsep menghargai uang sejak dini.
Pada kesempatan tersebut, sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan semangat anak-anak—terlebih dalam suasana berkah bulan Ramadan Muhammad Jumani selaku pendiri Taman Baca Baraoi yang juga merupakan Kepala SMAN 1 Petak Malai, menyerahkan uang jajan sebesar Rp10.000 kepada masing-masing anak yang hadir. Pemberian ini bukan hanya sekadar bantuan, melainkan simbol dukungan agar semangat belajar mereka tetap tumbuh.
Sebagaimana minggu-minggu sebelumnya, kegiatan ditutup dengan sesi literasi finansial. Setiap anak kembali mendapatkan uang HASUPA senilai Rp10.000 yang dapat digunakan untuk berbelanja di Koperasi HASUPA atau ditabung. Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga belajar mengelola uang secara sederhana dan bertanggung jawab.
Kegiatan HASUPA sore itu diakhiri dengan sesi foto bersama. Meski lapak baca tidak digelar seperti biasa, semangat literasi tetap hidup. Hujan mungkin sempat mengguyur, tanah mungkin menjadi becek, tetapi semangat anak-anak Desa Tumbang Baraoi membuktikan bahwa belajar tidak pernah mengenal cuaca.
Program HASUPA terus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi sekolah dan masyarakat dapat menghadirkan ruang belajar yang bermakna, sederhana, dan penuh harapan. Karena sejatinya, literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi tentang menumbuhkan semangat untuk terus belajar dalam segala keadaan.



Komentar
Posting Komentar