Musyawarah Penyelesaian Batas Lahan SMAN 1 Petak Malai Berlangsung Kondusif dan Penuh Kebersamaan

SMAN 1 Petak Malai menjadi tuan rumah pelaksanaan rapat musyawarah terkait kejelasan batas lahan sekolah pada Rabu, 4 Maret 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. Musyawarah ini dilaksanakan untuk membahas ketidakjelasan batas tanah sekolah, khususnya pada bagian sebelah utara yang berbatasan dengan lahan milik Bapak Subsidie (Bapak Via).


Musyawarah sengketa lahan milik sekolah

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh masyarakat dan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proses pengadaan lahan sekolah belasan tahun silam. Kehadiran mereka sangat penting untuk menelusuri kembali asal-usul lahan serta memastikan kejelasan batas tanah yang menjadi lokasi berdirinya SMAN 1 Petak Malai.

Adapun pihak-pihak yang hadir dalam musyawarah tersebut antara lain:

  • Damang Kecamatan Petak Malai, Bapak Gunawan

  • Kepala Desa Tumbang Baraoi, Bapak Agiansyah

  • Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Petak Malai, Bapak Hadriansyah, S.Pd

  • Mantir Adat Kecamatan sekaligus Kepala Desa saat pengadaan lahan, Bapak Wansensus

  • Mantir Adat Desa, Bapak Petli

  • Ketua RT 01 Desa Tumbang Baraoi, Bapak Rudi

  • Ketua BPD Desa Tumbang Baraoi sekaligus pemilik lahan yang berbatasan langsung dengan sekolah di bagian utara, Bapak Subsidie (Bapak Via)

Musyawarah dibuka oleh Korwil Bidang Pendidikan, Bapak Hadriansyah, S.Pd. Pertemuan diawali dengan mendengarkan keterangan dari para tokoh yang mengetahui dan terlibat langsung dalam proses hibah tanah untuk pembangunan gedung SMAN 1 Petak Malai pada masa lalu.

Pengukuran Lahan milik sekolah

Dari hasil penelusuran keterangan tersebut, diketahui adanya selisih ukuran lahan, terutama pada bagian utara, yang diduga lebih kecil dari ukuran yang tercantum dalam dokumen sekolah, yaitu pada surat pernyataan tanah yang selama ini dimiliki oleh pihak sekolah.

Untuk memastikan kondisi sebenarnya, forum musyawarah kemudian sepakat melakukan pengecekan langsung ke lapangan melalui pengukuran ulang di lokasi yang dimaksud. Hasil pengecekan lapangan menunjukkan bahwa memang terdapat ketidaksesuaian ukuran antara dokumen dan kondisi nyata di lapangan.

Setelah melalui diskusi lanjutan secara terbuka dan penuh semangat kebersamaan, para peserta musyawarah akhirnya mencapai kesepakatan bersama bahwa luas riil lahan milik SMAN 1 Petak Malai berdasarkan fakta lapangan dan keterangan para pihak adalah sekitar 187 meter x 130 meter.

Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, para pihak sepakat bahwa akan dilakukan pengukuran ulang secara resmi untuk kemudian menjadi dasar penerbitan surat keterangan tanah yang baru, sehingga kejelasan batas lahan sekolah dapat terdokumentasi dengan lebih akurat di masa mendatang.

Kepala SMAN 1 Petak Malai, Muhammad Jumani, S.Pd, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan membantu menyelesaikan permasalahan batas lahan sekolah secara musyawarah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Damang Kecamatan Petak Malai, Korwil Bidang Pendidikan, Kepala Desa, para Mantir Adat, tokoh masyarakat, serta semua pihak yang telah meluangkan waktu dan memberikan kontribusi pemikiran dalam musyawarah ini,” ujar beliau.

Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada Bapak Subsidie (Bapak Via) selaku pemilik lahan yang berbatasan langsung dengan lahan sekolah di bagian utara karena telah menunjukkan sikap lapang dada dan menerima kesepakatan bersama dengan penuh keikhlasan.

Pihak sekolah meyakini bahwa semangat musyawarah dan kerja sama seperti ini merupakan bagian penting dari upaya bersama dalam membangun daerah, khususnya bagi kemajuan pendidikan di Desa Tumbang Baraoi, Kecamatan Petak Malai. Kontribusi masyarakat, terutama para pemilik lahan yang telah bersedia menghibahkan atau melepaskan sebagian tanahnya untuk pembangunan sekolah, merupakan bentuk pengabdian yang sangat berharga bagi generasi masa depan.

Jasa dan kontribusi tersebut tidak hanya akan selalu dikenang, tetapi juga menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap kemajuan pendidikan dan pembangunan daerahnya sendiri. Dengan semangat kebersamaan ini, diharapkan SMAN 1 Petak Malai dapat terus berkembang menjadi tempat lahirnya generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi daerah maupun bangsa.

Komentar