SMAN 1 Petak Malai Kibarkan Bendera Setengah Tiang, Ungkapan Duka atas Wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI

SMAN 1 Petak Malai - Senin, 2 Maret 2026, keluarga besar SMAN 1 Petak Malai menaikkan bendera Merah Putih setengah tiang sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan duka cita atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno.

Bendera setengah tiang 2 Maret 2026

Sekilas Rekam Jejak Pengabdian

Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935 dan dikenal sebagai salah satu tokoh militer dan negarawan Indonesia. Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998 mendampingi Presiden Soeharto, beliau memiliki karier panjang di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya antara lain:

  • Panglima Kodam

  • Kepala Staf TNI Angkatan Darat

  • Panglima ABRI (sebelum pemisahan TNI dan Polri)

  • Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6

Selama masa pengabdiannya, beliau dikenal sebagai sosok disiplin, tegas, serta memiliki loyalitas tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dedikasinya dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah pembangunan bangsa.

Sebagai seorang pemimpin nasional, almarhum menunjukkan komitmen kuat terhadap persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika sosial-politik yang berkembang pada masanya.

Nilai Keteladanan bagi Dunia Pendidikan

Bagi insan pendidikan, termasuk siswa-siswi di satuan pendidikan pedalaman seperti SMAN 1 Petak Malai, terdapat sejumlah nilai keteladanan yang dapat diambil dari sosok beliau:

1. Disiplin dan Tanggung Jawab

Karier panjang beliau di dunia militer tidak terlepas dari kedisiplinan yang kuat. Bagi peserta didik, disiplin dalam belajar, tepat waktu, dan bertanggung jawab terhadap tugas merupakan fondasi utama menuju kesuksesan.

2. Semangat Pengabdian

Almarhum mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk bangsa dan negara. Siswa di pedalaman sekalipun harus memiliki keyakinan bahwa dari desa pun dapat lahir generasi yang berkontribusi bagi Indonesia.

3. Keteguhan dalam Menjalankan Amanah

Memegang jabatan tinggi bukanlah perkara ringan. Integritas dan komitmen dalam menjalankan amanah menjadi pesan penting bagi generasi muda agar kelak mampu menjadi pemimpin yang jujur dan berdedikasi.

4. Cinta Tanah Air

Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, siswa-siswi perlu menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air, meskipun berada di wilayah terpencil. Justru dari daerah pedalaman inilah nilai-nilai keaslian, gotong royong, dan kebersamaan tumbuh kuat.

Keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk bermimpi besar. Sosok Try Sutrisno menjadi bukti bahwa pengabdian dan kerja keras dapat membawa seseorang mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan.

Sejalan dengan semangat sekolah “Belajar di Desa, Berkarya untuk Dunia”, momentum ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk membangun karakter, memperluas wawasan, dan mempersiapkan generasi penerus bangsa yang tangguh.

Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan semoga nilai-nilai keteladanan beliau terus hidup dalam semangat belajar dan pengabdian seluruh warga SMAN 1 Petak Malai.

Komentar