“Isu Mobil Unyil untuk Guru & Kenapa Kendaraan Operasional Itu Penting bagi Pendidikan di Daerah 3T”

SMAN 1 Petak Malai - Belakangan ini, media sosial khususnya Facebook ramai memperbincangkan sebuah isu menarik: mobil Unyil yang disebut-sebut bakal diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai kendaraan operasional untuk guru, kepala sekolah, atau sekolah. Isu ini tersebar melalui berbagai video dan unggahan yang menyentuh hati banyak guru dan warga pendidikan di daerah. Namun, apa sebenarnya fakta di baliknya? 

Isu Kendaraan Operasional Sekolah

“Mobil Unyil” sendiri merupakan konsep mobil nasional buatan dalam negeri yang digagas sebagai kendaraan sederhana, fungsional, dan hemat bahan bakar — bukan kendaraan mewah untuk pejabat. Konsep ini bahkan disebut memiliki makna simbolis: sebagai bentuk penghargaan terhadap guru yang berjasa mencerdaskan generasi bangsa. Namun, perlu dipahami bahwa hingga kini tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah atau Presiden Prabowo yang menyatakan mobil Unyil akan diberikan secara massal sebagai kendaraan operasional resmi bagi guru atau kepala sekolah seluruh Indonesia. Apa yang beredar lebih mirip wacana atau gagasan inspiratif, bukan kebijakan yang sudah disahkan. 

Akses Menuju SMAN 1 petak Malai

Artinya, meskipun ide ini menyentuh dan menginspirasi, kita perlu hati-hati dalam menyimpulkan bahwa hal tersebut telah menjadi program pemerintah yang pasti.

Isu seperti ini bisa viral karena menyentuh problem nyata yang dihadapi banyak guru, terutama di daerah terpencil: kendaraan operasional yang memadai seringkali tidak tersedia, sementara tugas administratif dan pembelajaran sering menuntut mobilitas tinggi.

Di banyak daerah terpencil, termasuk wilayah seperti SMAN 1 Petak Malai, mobilitas bukan hal yang mudah. Jarak dari ibu kota kabupaten ke sekolah relatif sangat jauh, kondisi jalan terkadang tak bersahabat, dan transportasi umum seperti taksi atau travel tidak selalu tersedia atau tepat waktu.

Kondisi ini membuat guru dan kepala sekolah sering harus:

  • menunggu kepastian apakah travel akan berangkat atau tidak

  • mengatur jadwal administrasi berdasarkan jadwal transportasi, atau

  • menunda kunjungan ke instansi terkait karena tidak tersedia kendaraan.

Hal ini tentu berdampak pada efisiensi kerja, kemampuan menangani urusan sekolah, dan keseimbangan kehidupan pribadi-profesional.

Dalam konteks seperti ini, kendaraan operasional  khususnya yang sesuai medan seperti sepeda motor trail menjadi sangat penting.

Untuk daerah yang jalanannya sulit tanah merah tanpa aspal, banyak tanjakan dan turunan serta belumpur saat musim hujan motor trail dengan spesifikasi off-road adalah pilihan yang sangat relevan. Kendaraan jenis ini punya kelebihan:

  • Mampu menjelajah medan susah, termasuk jalur tanah dan berbatu,

  • Lebih hemat biaya operasional dibandingkan mobil,

  • Memberikan fleksibilitas waktu bagi guru/kepala sekolah untuk bergerak kapan pun diperlukan, tanpa menunggu transportasi umum.

Bahkan di beberapa daerah di Kalimantan Barat, seperti Kabupaten Mempawah, pemerintah provinsi pernah memberikan motor trail kepada desa-desa mandiri sebagai kendaraan operasional untuk memperlancar pelayanan pemerintahan di wilayah pedalaman. Ini menunjukkan bahwa model bantuan kendaraan roda dua dengan kemampuan off-road memang pernah diterapkan sebagai strategi pelayanan publik. 

Pada tahun 2024, pemerintah daerah provinsi Kalimantan Tengah juga pernah memberi dukungan kendaraan operasional yang sesuai kebutuhan. Walaupun bukan kepada SMAN 1 Petak Malai, di Kalimantan Tengah beberapa kepala sekolah/sekolah menerima berbagai bentuk bantuan untuk mendukung mobilitas dan pelayanan pendidikan. Namun hingga saat ini, SMAN 1 Petak Malai belum mendapatkan kesempatan menerima motor trail atau kendaraan operasional serupa di program bantuan tersebut. Hal ini menjadi catatan penting bahwa kebutuhan semacam ini memang nyata dan masih perlu perhatian lebih. 

Komentar