Belajar Mandiri, Bekerja Mandiri, Menjaga Sekolah Bersama

SMAN 1 Petak Malai - Setelah libur panjang akhir semester ganjil yang bertepatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru, aktivitas di SMAN 1 Petak Malai kembali berdenyut. Jumat, 2 Januari 2026, sekolah kembali membuka kesempatan kerja paruh waktu bagi siswa melalui program BASISMAN (Bantuan Siswa Mandiri). Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata sekolah, khususnya dalam membantu kebutuhan finansial siswa sekaligus menanamkan nilai kemandirian dan tanggung jawab.

Program Inovasi Sekolah Terpencil

Cuaca yang masih didominasi musim hujan membuat rumput di halaman sekolah tumbuh cukup subur selama masa libur. Selain mengurangi estetika lingkungan sekolah, rumput yang tidak terawat juga menimbulkan kesan seolah sekolah kurang terurus. Berangkat dari kondisi tersebut, sekolah memandang perlu adanya upaya penataan kembali lingkungan, sekaligus menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari keberlanjutan program BASISMAN yang selama ini telah berjalan.

Pada kesempatan ini, dua siswa SMAN 1 Petak Malai, Deri dan Adit, mengambil peran dalam kegiatan kerja paruh waktu tersebut. Keduanya melaksanakan tugas pada Jumat sore dengan penuh kesungguhan. Menggunakan alat pemotong rumput dorong yang memang telah disediakan oleh sekolah, Deri dan Adit dengan tekun memangkas dan merapikan rumput di area halaman sekolah. Tidak ada keluhan, hanya kerja pelan namun pasti, dilakukan dengan kesabaran dan rasa tanggung jawab.

Pekerjaan tersebut berlangsung kurang lebih selama satu setengah jam atau sekitar sembilan puluh menit. Setelah memastikan seluruh area yang menjadi tanggung jawab mereka rapi, kedua siswa ini kemudian membersihkan dan mengembalikan peralatan ke tempat semula. Sebagai bentuk apresiasi atas kerja yang telah dilakukan, sekolah langsung memberikan upah sebesar Rp160.000 yang dibagi berdua. Upah tersebut bukan sekadar imbalan materi, tetapi juga bentuk penghargaan atas kerja keras dan kejujuran siswa.

Program BASISMAN bukan hanya tentang bekerja dan mendapatkan penghasilan tambahan. Lebih dari itu, program ini mengajarkan siswa bahwa sekolah adalah ruang bersama yang perlu dijaga, dirawat, dan dihargai. Melalui kegiatan sederhana seperti merapikan halaman sekolah, siswa belajar bahwa kontribusi sekecil apa pun memiliki arti besar bagi lingkungan dan komunitas.

Ke depan, sekolah berharap program BASISMAN dapat terus berjalan secara konsisten dan melibatkan lebih banyak siswa. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar di kelas, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kemandirian, dan kepedulian sosial. Dari halaman sekolah yang rapi, tumbuh pula nilai tanggung jawab dalam diri para siswa nilai yang kelak akan mereka bawa ke kehidupan yang lebih luas.

Komentar