Gotong Royong Siswa SMAN 1 Petak Malai dalam Penataan Lingkungan Sekolah

Jumat, 9 Januari, setelah mengikuti kegiatan Pertemuan Pagi Ceria yang diisi dengan doa bersama serta senam Anak Indonesia Hebat, siswa-siswi SMAN 1 Petak Malai kembali melaksanakan kegiatan penataan lingkungan dan bersih-bersih sekolah secara gotong royong. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembiasaan positif yang terus ditanamkan sekolah untuk membangun karakter peduli lingkungan dan kebersamaan di kalangan peserta didik.

Kegiatan bersih-bersih di sekolah

Fokus kegiatan tidak hanya pada kebersihan ruang kelas, tetapi juga pada area sekitar sekolah. Siswa dengan penuh tanggung jawab membersihkan sampah-sampah kecil yang mungkin luput dari perhatian, baik yang terbawa angin maupun akibat aktivitas hewan di sekitar lingkungan sekolah. Kondisi geografis sekolah yang dekat dengan permukiman warga menjadikan kebersihan lingkungan sebagai tantangan tersendiri yang harus dihadapi bersama.

Selain kegiatan bersih-bersih, siswa juga melanjutkan pembangunan pagar sederhana dari batang singkong. Pagar ini dibuat sebagai upaya untuk mengurangi, bahkan mencegah, masuknya hewan peliharaan seperti anjing dan kucing ke area selasar sekolah. Kehadiran hewan-hewan tersebut kerap mengganggu kenyamanan kegiatan belajar mengajar, serta dengan cepat mengotori selasar yang baru saja dibersihkan oleh petugas piket dan siswa.

Pembangunan pagar ini diharapkan mampu menjaga kebersihan dan kenyamanan teras atau selasar sekolah dalam jangka panjang. Dengan lingkungan yang lebih tertata, siswa dapat beraktivitas dengan lebih nyaman, aman, dan sehat. Namun demikian, pengerjaan pagar belum dapat diselesaikan sepenuhnya karena keterbatasan ketersediaan bahan. Oleh karena itu, pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan ketersediaan material.

Kegiatan gotong royong ini memberikan dampak positif yang nyata bagi siswa. Mereka belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, serta pentingnya menjaga fasilitas bersama. Nilai-nilai ini tidak hanya relevan dalam konteks sekolah, tetapi juga menjadi bekal karakter dalam kehidupan bermasyarakat.

Bagi satuan pendidikan, kegiatan ini turut menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan kondusif. Selain itu, keterlibatan aktif siswa dalam penataan lingkungan memperkuat budaya sekolah yang partisipatif dan berorientasi pada pembentukan karakter, sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka. Sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembelajaran kehidupan yang nyata.

Komentar