HASUPA Perdana 2026 : Lokasi Baru dan Pengenalan Literasi Finansial (9)

Petak Malai - Sabtu, 10 Januari 2026, menjadi penanda dimulainya kembali kegiatan HASUPA (Harmoni Aksi Siswa Peduli Aksara) di awal tahun baru. Kegiatan literasi ini merupakan hasil kolaborasi antara SMAN 1 Petak Malai dan Taman Baca Baraoi, yang terus berupaya menghadirkan ruang belajar alternatif yang ramah, menyenangkan, dan bermakna bagi anak-anak.

Gerakan Literasi Sekolah Pedalaman

Pertemuan kali ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya kegiatan HASUPA dilaksanakan di lokasi baru, sesuai dengan rencana yang sebelumnya sempat tertunda. Sejak siang hari, hujan lebat mengguyur area kegiatan. Sekitar pukul 14.30 WIB, hujan masih turun cukup deras sehingga siswa dan relawan sempat khawatir kegiatan kembali gagal, sebagaimana yang terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026, ketika hujan berlangsung hingga malam hari.

Namun, cuaca akhirnya bersahabat. Sekitar 30 menit sebelum jadwal kegiatan, hujan berhenti dan memberikan kesempatan bagi relawan serta peserta untuk tetap melaksanakan HASUPA sesuai rencana. Tepat pukul 15.00 WIB, kegiatan pun dimulai dengan penuh rasa syukur dan antusiasme.

Karena lokasi baru dan suasana awal tahun, pertemuan pertama ini menghadirkan dinamika yang berbeda. Sebagian anak-anak yang biasanya rutin hadir belum mengetahui perpindahan lokasi. Atas inisiatif relawan, beberapa peserta bahkan harus dijemput langsung agar tetap bisa mengikuti kegiatan. Hal ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian yang selama ini menjadi ruh utama HASUPA.

Kegiatan pada pertemuan perdana ini masih difokuskan pada pengenalan tempat dan pengenalan program baru yang akan mulai diterapkan pada pekan berikutnya, yakni Literasi Finansial. Literasi finansial secara sederhana adalah literasi yang mengajarkan dan melatih peserta untuk mengenal, memahami, dan mengelola keuangan sejak dini.

Gambaran umum kegiatan literasi finansial HASUPA nantinya adalah: setiap peserta yang hadir akan mendapatkan Uang HASUPA senilai Rp10.000. Uang ini merupakan uang khusus kegiatan HASUPA yang hanya dapat dibelanjakan atau ditabung saat kegiatan berlangsung. Anak-anak diberi kebebasan memilih, apakah akan menggunakan seluruhnya untuk belanja, menabung, atau mengombinasikan keduanya. Melalui cara sederhana ini, peserta diajak belajar mengambil keputusan dan bertanggung jawab terhadap pilihannya.

Hadirnya literasi finansial tidak menghilangkan kegiatan utama HASUPA yang telah berjalan sebelumnya, seperti lapak baca, membaca nyaring, mendongeng, dan eksperimen sains. Seluruh kegiatan tetap dilaksanakan dengan sistem selang-seling waktu, sehingga durasi kegiatan relatif tetap, yakni sekitar 90 menit, dari pukul 15.00 hingga 16.30 WIB.

Pertemuan awal HASUPA di tahun 2026 ini menjadi langkah kecil namun bermakna dalam meneguhkan komitmen bersama untuk terus menumbuhkan budaya literasi di lingkungan masyarakat. Dengan kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian, HASUPA diharapkan tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak untuk mengenal dunia, nilai, dan kehidupan secara lebih utuh.

Komentar