SMA Negeri 1 Petak Malai - Sekolah Pedalaman - Kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan - Kalimantan Tengah
0
Siswa Aktif
0
Guru & Staff
0
Tahun Berpengalaman
0
Prestasi Diraih
Menelaah Struktur dan Kebahasaan Teks Editorial
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XII pada awal Semester 2 mulai mengarahkan peserta didik untuk semakin kritis dalam membaca dan menanggapi isu-isu aktual di masyarakat. Salah satu materi penting yang dipelajari adalah teks editorial. Materi ini juga sangat relevan sebagai pembelajaran mandiri ketika guru berhalangan hadir, karena dapat dipahami melalui membaca dan latihan sederhana.
Apa Itu Teks Editorial?
Teks editorial adalah tulisan yang memuat pandangan atau sikap redaksi media terhadap suatu peristiwa atau persoalan yang sedang hangat dibicarakan. Teks ini tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menyajikan pendapat yang disertai alasan, data, dan ajakan berpikir kritis kepada pembaca.
Melalui teks editorial, pembaca diajak untuk tidak hanya mengetahui sebuah peristiwa, tetapi juga memahami dampaknya dan mempertimbangkan sikap yang tepat terhadap isu tersebut.
Struktur Teks Editorial
Secara umum, teks editorial memiliki tiga struktur utama, yaitu:
Pengenalan Isu
Bagian ini berisi gambaran awal tentang peristiwa atau masalah yang sedang dibahas. Isu yang diangkat biasanya aktual dan relevan dengan kehidupan masyarakat.
Argumentasi
Pada bagian ini penulis menyampaikan pendapatnya disertai alasan logis, fakta, atau data pendukung. Argumentasi berfungsi memperkuat sikap penulis terhadap isu yang dibahas.
Penegasan Ulang Pendapat
Bagian penutup yang berisi kesimpulan atau penegasan kembali sikap penulis. Sering kali disertai ajakan atau harapan kepada pembaca.
Ciri Kebahasaan Teks Editorial
Teks editorial memiliki ciri kebahasaan khas, antara lain:
Menggunakan kalimat persuasif yang bersifat mengajak atau mendorong.
Mengandung kata kerja mental, seperti menilai, menganggap, memandang.
Menggunakan konjungsi sebab-akibat, misalnya karena, sebab, akibatnya.
Memakai kata-kata bernuansa argumentatif seperti seharusnya, penting, perlu.
Contoh Teks Editorial
Menutup Keran Emas Ilegal, Menyelamatkan Bumi
Kilau emas seringkali membutakan, tak hanya bagi pelakunya, tetapi juga bagi pengawasan aparat. Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Indonesia terus beroperasi, seolah tak bergeming oleh hukum. Pertambangan ini bukan sekadar aktivitas ekonomi rakyat kecil, melainkan ancaman serius yang merusak lingkungan, memutus masa depan ekosistem, dan merenggut kesehatan masyarakat sekitar.
Dampak paling nyata dari penambangan emas ilegal adalah penggunaan merkuri dan sianida yang tak terkendali. Zat beracun ini mencemari sungai-sungai, tanah, hingga masuk ke dalam rantai makanan, yang berpotensi menyebabkan cacat lahir dan penyakit permanen. Bayangkan, sungai yang dulu menjadi sumber kehidupan kini menjelma menjadi aliran limbah berbahaya, membunuh ekosistem darat dan laut.
Selain kerusakan lingkungan, PETI juga memicu konflik sosial dan tindakan kekerasan di lapangan. Padahal, secara hukum, aktivitas ini jelas melanggar Pasal 158 UU No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman pidana penjara hingga 5 tahun dan denda ratusan miliar rupiah. Namun, penegakan hukum seringkali terhambat oleh kompleksitas ekonomi di tingkat akar rumput.
Pertambangan ilegal memerlukan solusi, bukan sekadar janji atau penertiban sesaat. Pemerintah pusat dan daerah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu langkah afirmatif untuk mengubah pola pikir dan mata pencaharian penambang, misalnya dengan mengalihfungsikan lahan tambang menjadi area pertanian, perkebunan, atau wisata produktif berkelanjutan.
Sudah saatnya pemerintah bertindak tegas dan konsisten. Penegakan hukum wajib dibarengi dengan edukasi dan penyediaan lapangan kerja alternatif agar "kebangkitan ekonomi" tidak lagi mengorbankan kelestarian lingkungan. Alam yang rusak tidak bisa dibeli kembali dengan emas. "Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita!".
Tugas Mandiri Siswa
Setelah membaca materi ini, peserta didik diharapkan dapat:
Menentukan isu utama dalam teks editorial.
Mengidentifikasi struktur teks editorial.
Menemukan contoh kalimat persuasif.
Menuliskan pendapat pribadi terkait isu yang dibahas secara singkat dan logis
Penutup
Dengan mempelajari teks editorial, siswa kelas XII diharapkan mampu berpikir kritis, menyampaikan pendapat secara santun, dan memahami berbagai persoalan sosial. Keterampilan ini sangat penting sebagai bekal menghadapi dunia perkuliahan, dunia kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.
1.penambangan emas ilegal (PETI) di Indonesia sebagai ancaman serius bagi lingkungan, kesehatan,dan sosial. 2.PENGENALAN ISU: •paragraf 1 adalah pengenalan isu PETI yang terus beroperasi dan sebagai ancaman serius. •paragraf 2 adalah dampak lingkungan dan kesehatan akibat PETI. •paragraf 3 adalah dampak sosial berupa konflik dan kekerasan,serta aspek hukum dan hambatan penegakan hukum. •paragraf 4 adalah solusi yang dibutuhkan untuk mengatasi isu PETI. •paragraf 5 adalah panggilan tindakan untuk menangani isu tersebut. ARGUMENTASI: penambang emas tanpa izin(PETI) merupakan ancaman serius, bukan sekedar aktivitas ekonomi rakyat kecil. PENEGASAN ULANG PENDAPAT:alam yang rusak tidak bisa dibeli kembali dengan emas."kita jaga alam,alam jaga kita!". 3.•"Alam yang rusak tidak bisa dibeli kembali dengan emas.'kita jaga alam, alam jaga kita'!" •"pertambangan ilegal memerlukan solusi,bukan sekedar janji atau penertiban sesaat". 4.saya sepakat bahwa PETI bukan solusi ekonomi, melainkan ancaman besar bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.Meskipun kondisi ekonomi lokal perlu diperhatikan, penegakan hukum harus konsisten dan dibarengi dengan upaya pemberdayaan, seperti mengalihfungsi lahan menjadi sektor produktif lainya.pesan"Kita jaga alam alam jaga kita!"kelestarian alam adalah investasi untuk masa depan kita.
Ayu lestari 1. ISU UTAMA:penambangan emas Tanpa izin (PETI)di indonesia yang merusak lingkungan,kesehatan masyarakat,dan menghadapi tantangan penegakan hukum.
2. STRUKTUR TEKS: . Pengenalan isu:Peti bukan aktivitas ekonomi kecil melainkan ancaman serius. . Argumentasi:Dampak lingkungan (pencemaran zat beracun),sosial (konflik),dan hampatan penegakan hukum. . Penegasan pendapat:dibutuhkan solusi kolaboratif dan ajakan menjaga alam.
3. KALIMAT PERSUASIF:sudah saatnya pemerintah bertindak tegas dan konsisten.penegakan hukum wajib dibarengi dengan edukasi dan lapangan kerja alternatif agar ekonomi tidak mengorbankan lingkungan.
4. PENDAPAT PRIBADI: PETI perlu ditangan dengan memperketat hukum dan bekerja sama dengan masyarakat lokal,karena kelestarian lingkungan adalah investasi masa depan."kita jaga alam,alam jaga kita".
1.penambangan emas ilegal (PETI) di Indonesia sebagai ancaman serius bagi lingkungan, kesehatan,dan sosial.
BalasHapus2.PENGENALAN ISU:
•paragraf 1 adalah pengenalan isu PETI yang terus beroperasi dan sebagai ancaman serius.
•paragraf 2 adalah dampak lingkungan dan kesehatan akibat PETI.
•paragraf 3 adalah dampak sosial berupa konflik dan kekerasan,serta aspek hukum dan hambatan penegakan hukum.
•paragraf 4 adalah solusi yang dibutuhkan untuk mengatasi isu PETI.
•paragraf 5 adalah panggilan tindakan untuk menangani isu tersebut.
ARGUMENTASI: penambang emas tanpa izin(PETI) merupakan ancaman serius, bukan sekedar aktivitas ekonomi rakyat kecil.
PENEGASAN ULANG PENDAPAT:alam yang rusak tidak bisa dibeli kembali dengan emas."kita jaga alam,alam jaga kita!".
3.•"Alam yang rusak tidak bisa dibeli kembali dengan emas.'kita jaga alam, alam jaga kita'!"
•"pertambangan ilegal memerlukan solusi,bukan sekedar janji atau penertiban sesaat".
4.saya sepakat bahwa PETI bukan solusi ekonomi, melainkan ancaman besar bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.Meskipun kondisi ekonomi lokal perlu diperhatikan, penegakan hukum harus konsisten dan dibarengi dengan upaya pemberdayaan, seperti mengalihfungsi lahan menjadi sektor produktif lainya.pesan"Kita jaga alam alam jaga kita!"kelestarian alam adalah investasi untuk masa depan kita.
Ayu lestari
BalasHapus1. ISU UTAMA:penambangan emas Tanpa izin (PETI)di indonesia yang merusak lingkungan,kesehatan masyarakat,dan menghadapi tantangan penegakan hukum.
2. STRUKTUR TEKS:
. Pengenalan isu:Peti bukan aktivitas ekonomi kecil melainkan ancaman serius.
. Argumentasi:Dampak lingkungan (pencemaran zat beracun),sosial (konflik),dan hampatan penegakan hukum.
. Penegasan pendapat:dibutuhkan solusi kolaboratif dan ajakan menjaga alam.
3. KALIMAT PERSUASIF:sudah saatnya pemerintah bertindak tegas dan konsisten.penegakan hukum wajib dibarengi dengan edukasi dan lapangan kerja alternatif agar ekonomi tidak mengorbankan lingkungan.
4. PENDAPAT PRIBADI: PETI perlu ditangan dengan memperketat hukum dan bekerja sama dengan masyarakat lokal,karena kelestarian lingkungan adalah investasi masa depan."kita jaga alam,alam jaga kita".