Peran Sekolah dalam Menumbuhkan Empati terhadap Makhluk Hidup

SMAN 1 Petak Malai - Belakangan ini publik dikejutkan oleh beredarnya video viral yang memperlihatkan seekor kucing ditendang hingga akhirnya mati di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Aparat kepolisian pun turun tangan menyelidiki dugaan kekerasan terhadap hewan tersebut setelah video berdurasi singkat itu menyebar luas di media sosial.

Viral Pensiunan ASN tendang kucing sampai mati

Peristiwa itu bermula ketika pemilik sedang berjalan santai bersama kucingnya di area lapangan, lalu seorang pria tiba-tiba menendang hewan tersebut hingga dilaporkan mati. Polisi telah mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri bukti, sementara terduga pelaku berpotensi dijerat Pasal 337 KUHP tentang penganiayaan terhadap hewan, dengan ancaman hukuman lebih berat jika tindakan menyebabkan kematian.

Kasus ini bukan sekadar persoalan hewan. Banyak pihak menilai tindakan tersebut menyangkut nurani dan nilai kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.

Mengapa Sekolah Perlu Peduli?

Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang penting untuk membentuk karakter. Empati terhadap makhluk hidup termasuk hewan merupakan bagian dari pendidikan moral yang akan memengaruhi cara seseorang memperlakukan sesama manusia.

Sikap kasar terhadap hewan sering kali berakar dari rendahnya kemampuan memahami rasa sakit makhluk lain. Jika hal ini tidak dibangun sejak usia sekolah, bukan tidak mungkin sikap abai terhadap penderitaan akan terbawa hingga dewasa.

Di sinilah sekolah memiliki peran strategis sebagai tempat menanamkan nilai:

  • Empati, yaitu kemampuan merasakan dan memahami penderitaan makhluk lain.

  • Tanggung jawab, terutama terhadap lingkungan dan kehidupan di sekitar.

  • Pengendalian diri, agar tidak bertindak impulsif atau semena-mena.

  • Nilai kemanusiaan, karena menghargai hewan sejatinya adalah bagian dari menghargai kehidupan.

Pendidikan Karakter Tidak Harus Teoretis

Upaya membangun kepedulian terhadap hewan dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak besar, misalnya:

1. Integrasi dalam pembelajaran
Guru dapat mengaitkan tema kasih sayang terhadap makhluk hidup dalam pelajaran PPKn, agama, maupun projek penguatan profil pelajar.

2. Program sekolah ramah lingkungan
Kegiatan seperti menjaga kebersihan, tidak merusak habitat, atau merawat hewan di sekitar sekolah membantu siswa belajar melalui pengalaman nyata.

3. Keteladanan orang dewasa
Siswa belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat. Cara guru dan warga sekolah memperlakukan hewan akan menjadi contoh yang kuat.

4. Diskusi reflektif terhadap isu aktual
Kasus viral seperti ini dapat dijadikan bahan literasi kritis: mengapa hal itu tidak boleh terjadi? Nilai apa yang dilanggar? Bagaimana seharusnya bersikap?

Mendidik Generasi yang Berhati Lembut

Tujuan akhir pendidikan bukan hanya menghasilkan generasi cerdas, tetapi juga manusia yang beradab. Kepedulian terhadap hewan adalah indikator penting dari masyarakat yang berempati.

Jika sejak bangku sekolah siswa dibiasakan menghormati kehidupan baik manusia maupun satwa maka kita sedang menyiapkan masa depan yang lebih berperikemanusiaan.

Peristiwa ini hendaknya menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa pendidikan karakter tidak boleh dianggap pelengkap. Ia adalah fondasi.

Sebab pada akhirnya, kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kecerdasannya, tetapi juga dari kelembutan hatinya.

Komentar