Kepala SMAN 1 Petak Malai Hadiri Reses Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah di Desa Tumbang Baraoi

Petak Malai - Kamis, 9 April 2026, Kepala SMAN 1 Petak Malai menghadiri undangan kegiatan reses perseorangan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Drs. Arton, S. Dohong. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Merah Putih, Desa Tumbang Baraoi, Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan, dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa hingga tokoh masyarakat setempat.

Reses Ketua DPRD Prov Kalteng ke Petak Malai

Acara dimulai sekitar pukul 12.00 siang dan dipimpin langsung oleh Camat Petak Malai, Andrew Santo M, S.H. Kegiatan berlangsung dengan suasana terbuka dan penuh antusiasme, di mana masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada perwakilan legislatif di tingkat provinsi.

Secara umum, reses merupakan kegiatan yang dilakukan oleh anggota legislatif di luar masa sidang, dengan tujuan untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna menyerap aspirasi masyarakat. Melalui reses, wakil rakyat dapat mendengar secara langsung kebutuhan, keluhan, serta harapan masyarakat, yang nantinya akan diperjuangkan dalam forum resmi pemerintahan sebagai bahan pertimbangan kebijakan.

Dalam kegiatan tersebut, lima perwakilan masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi penting yang mencerminkan kondisi dan kebutuhan nyata di wilayah Kecamatan Petak Malai. Beberapa poin utama yang mengemuka antara lain:

Pertama, masyarakat menuntut adanya prioritas pembukaan akses jalan negara yang menghubungkan Desa Tumbang Atei hingga Tumbang Baraoi. Infrastruktur jalan tersebut dinilai sangat penting, mengingat pembangunan badan jalan sempat dilakukan lebih dari 10 tahun lalu, namun hingga kini belum ada kelanjutan yang signifikan.

Kedua, masyarakat menyambut baik apabila terdapat program pemerintah terkait pengadaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) secara terpadu atau terpusat. Hal ini menjadi solusi alternatif mengingat hingga saat ini wilayah tersebut belum terjangkau jaringan listrik PLN, yang salah satu kendalanya adalah belum terbukanya akses jalan sebagai infrastruktur pendukung.

Ketiga, masyarakat juga menyoroti program MBG yang dinilai belum merata. Mereka berharap adanya keadilan dalam distribusi program tersebut, mengingat masih ada wilayah yang belum merasakan manfaatnya sama sekali.

Keempat, sebagai wilayah dengan mayoritas masyarakat beragama Hindu Kaharingan, warga mengusulkan adanya penyuluh agama Hindu Kaharingan untuk mendukung pembinaan keagamaan di daerah tersebut.

Kelima, dari pihak pendidikan, perwakilan guru SMA menyampaikan kebutuhan akan tambahan tenaga pengajar Seni Budaya serta pembangunan laboratorium komputer. Hal ini didasari oleh potensi besar siswa di bidang seni, khususnya seni tari, serta kebutuhan mendesak akan peningkatan literasi digital di tengah tuntutan administrasi berbasis teknologi.

Kehadiran Kepala SMAN 1 Petak Malai dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya menyuarakan kepentingan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan. Diharapkan, melalui forum reses ini, berbagai aspirasi yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti dan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah demi kemajuan bersama.

Sebagai bagian dari komunitas pendidikan di pedalaman, SMAN 1 Petak Malai terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah, sejalan dengan semangat “Belajar di Desa, Berkarya untuk Dunia.”

Komentar