SMAN 1 Petak Malai Siapkan Lahan Kebun Sekolah, Perkuat Program Ketahanan Pangan
Petak Malai, 24 April 2026 — Menindaklanjuti arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terkait penguatan ketahanan pangan di lingkungan sekolah, SMAN 1 Petak Malai kembali melakukan persiapan lahan kebun sekolah pada Jumat (24/04/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rutinitas gotong royong dan program Jumat Bersih yang secara konsisten dilaksanakan oleh warga sekolah. Sejak pagi, guru bersama siswa terlihat bergotong royong membersihkan dan menyiapkan area lahan yang akan dimanfaatkan sebagai kebun sekolah.
Program ketahanan pangan sekolah sendiri bukanlah hal baru bagi SMAN 1 Petak Malai. Beberapa tahun sebelumnya, sekolah telah lebih dahulu melaksanakan kegiatan serupa sebagai tindak lanjut arahan dari Dinas Pendidikan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang mendorong pemanfaatan lahan pekarangan maupun lahan tidur di lingkungan sekolah.
Namun dalam pelaksanaannya, program tersebut sempat menghadapi berbagai kendala. Salah satu tantangan utama adalah kondisi tanah di lingkungan sekolah yang tergolong tanah mineral dengan kandungan unsur hara yang rendah. Hal ini berdampak pada hasil tanaman yang kurang optimal.
“Dari beberapa jenis tanaman yang pernah dicoba, seperti kacang panjang dan timun, hasilnya kurang memuaskan. Namun untuk tanaman seperti lengkuas, serai, dan singkong masih cukup berhasil,” ungkap pihak sekolah.
Meski demikian, pengalaman tersebut justru menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Sekolah tidak berhenti, melainkan terus melakukan evaluasi dan mencari solusi alternatif agar program ketahanan pangan dapat berjalan lebih efektif.
Beberapa strategi pun mulai dipertimbangkan. Di antaranya adalah pengolahan tanah secara intensif serta penggunaan metode tanam alternatif seperti hidroponik dan sistem polybag. Namun, keterbatasan sarana dan sumber daya membuat sekolah lebih realistis dalam menentukan langkah.
Untuk saat ini, metode yang dinilai paling memungkinkan adalah pemanfaatan polybag serta penggunaan barang bekas seperti botol air mineral dan gelas plastik sebagai media tanam. Selain lebih ekonomis, cara ini juga dinilai lebih praktis dalam pengelolaan media tanam.
Tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan, langkah ini juga sejalan dengan program eco green sekolah. Pemanfaatan limbah plastik sebagai pot tanaman menjadi upaya konkret dalam mengurangi sampah sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan kepada peserta didik.
Kepala SMAN 1 Petak Malai, Muhammad Jumani, S.Pd., menyampaikan harapannya agar program yang kembali dilaksanakan ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Ini adalah upaya ketiga yang kami lakukan. Harapannya, tidak hanya menghasilkan tanaman yang lebih optimal, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa, baik dalam hal ketahanan pangan maupun pengelolaan lingkungan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Petak Malai tidak hanya membangun kemandirian pangan di lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai gotong royong, kepedulian lingkungan, serta pembelajaran kontekstual yang bermakna bagi peserta didik.


Komentar
Posting Komentar