Gotong Royong Jumat Bersih: Menata Lingkungan, Menumbuhkan Karakter

Jumat, 27 Februari 2026, keluarga besar SMAN 1 Petak Malai kembali menggelar kegiatan rutin gotong royong bersih-bersih dan penataan lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan setelah pertemuan Pagi Ceria yang diawali dengan doa bersama dan Senam Anak Indonesia Hebat. Suasana penuh semangat dan kebersamaan sejak pagi menjadi energi positif untuk melaksanakan aksi nyata peduli lingkungan.


Aksi membersihkan lingkungan sekolah

Kegiatan gotong royong kali ini difokuskan pada dua hal utama, yaitu sweeping sampah ringan bekas makanan dan minuman serta penataan lingkungan sekolah melalui pembuatan pagar dari batang singkong.

Sweeping Sampah dan Aksi Bersih Menyeluruh

Para siswa bersama guru melakukan penyisiran di berbagai titik lingkungan sekolah. Sampah yang menjadi perhatian utama adalah bungkus permen, kemasan snack, plastik minuman, dan sisa-sisa kemasan kecil lainnya yang sering tercecer di selasar, halaman, maupun sekitar ruang kelas.

Selain itu, aksi bersih-bersih juga dilakukan secara menyeluruh meliputi:

  • Pembersihan toilet sekolah

  • Pembersihan halaman depan dan belakang sekolah

  • Pembersihan area sekitar ruang kelas

  • Pembersihan jalan masuk menuju lingkungan sekolah

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter. Siswa diajak untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan yang mereka gunakan setiap hari. Kesadaran bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama terus ditanamkan melalui praktik langsung seperti ini.

Penataan Lingkungan: Pagar Batang Singkong yang Kreatif dan Edukatif

Selain kegiatan bersih-bersih, siswa juga melanjutkan pembuatan pagar dari batang singkong. Pagar ini dibuat untuk menjaga lingkungan sekolah khususnya selasar dan ruang kelas agar tetap tertib dan terhindar dari gangguan hewan peliharaan masyarakat sekitar, terutama anjing dan ayam yang kadang masuk ke area sekolah.

Pagar dari batang singkong

Pemilihan batang singkong sebagai bahan pagar bukan tanpa alasan. Bahan ini mudah didapatkan di sekitar lingkungan, ramah lingkungan, serta menjadi contoh nyata pemanfaatan sumber daya lokal. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkreasi. Justru dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar, kreativitas dan inovasi dapat tumbuh.

Proses pembuatan pagar dilakukan secara bersama-sama. Ada yang memotong batang, ada yang menyusun, ada pula yang memperkuat dengan ikatan sederhana. Kerja sama dan komunikasi menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.

Menanamkan Nilai Gotong Royong dan Kepedulian

Kegiatan Jumat Bersih ini mencerminkan nilai gotong royong yang menjadi budaya bangsa Indonesia. Di tengah perkembangan zaman, nilai kebersamaan seperti ini tetap harus dijaga dan dilestarikan, terutama di lingkungan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang kebersihan dan kerapian, tetapi juga:

  • Belajar bekerja sama dalam tim

  • Belajar menghargai lingkungan

  • Belajar bertanggung jawab atas ruang publik

  • Belajar kreatif memanfaatkan potensi sekitar

Guru pun berperan sebagai teladan, ikut terlibat langsung dalam setiap kegiatan. Interaksi positif antara guru dan siswa dalam suasana kerja bersama seperti ini mempererat hubungan emosional serta menciptakan iklim sekolah yang harmonis.

Manfaat bagi Peserta Didik dan Satuan Pendidikan

Kegiatan gotong royong dan penataan lingkungan ini memberikan manfaat yang sangat besar. Bagi peserta didik, kegiatan ini membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta kreativitas dalam memecahkan masalah secara sederhana namun bermakna. Mereka belajar bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi satuan pendidikan, lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman akan mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal. Sekolah yang rapi dan terjaga juga mencerminkan budaya positif serta menjadi kebanggaan bersama.

Melalui kegiatan rutin seperti ini, SMAN 1 Petak Malai terus berkomitmen membangun lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan edukatif. Karena pada akhirnya, sekolah yang baik bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat menumbuhkan karakter dan nilai-nilai kehidupan.

Komentar