HASUPA (11) : Literasi dan Kreativitas Berjalan Beriringan
Sabtu, 14 Februari 2026, kegiatan HASUPA (Harmoni Aksi Siswa Peduli Aksara) kembali digelar dengan penuh semangat dan antusiasme. Program literasi berbasis kemasyarakatan yang menjadi kolaborasi kepedulian siswa terhadap pendidikan masyarakat ini dimulai pada pukul 15.00 WIB dan dihadiri sekitar 20 peserta, termasuk para relawan yang setia mendampingi jalannya kegiatan.
Seperti pelaksanaan minggu sebelumnya, peserta dibagi menjadi dua kelompok belajar, yaitu Kelas Bintang dan Kelas Mentari. Pembagian ini dilakukan secara klasikal agar pembelajaran lebih terarah dan sesuai dengan kemampuan masing-masing anak.
Kelas Bintang: Menguatkan Pondasi Literasi
Kelas Bintang diperuntukkan bagi anak-anak yang masih dalam tahap awal literasi, yakni mereka yang belum mengenal seluruh abjad dan belum mampu merangkai kata. Pada pertemuan kali ini, fokus kegiatan masih pada penguatan pengenalan huruf serta latihan merangkai kata sederhana terdiri dari 4–5 huruf.
Pendampingan dilakukan secara sabar dan bertahap. Anak-anak diajak mengenal huruf melalui metode pengulangan, permainan sederhana, serta latihan membaca suku kata. Tahap ini sangat penting karena menjadi pondasi utama dalam kemampuan membaca dan menulis. Tanpa penguasaan huruf yang baik, anak akan kesulitan melangkah ke tahap literasi berikutnya.
Kelas Mentari: Literasi dan Ekspresi Seni
Sementara itu, Kelas Mentari yang terdiri dari anak-anak dengan kemampuan membaca lebih baik mulai dari yang relatif lancar merangkai kata sederhana hingga yang sudah cukup fasih membaca mendapatkan kegiatan berbeda, yaitu menggambar bebas.
Kegiatan menggambar ini bukan sekadar selingan, melainkan bagian penting dalam proses literasi. Menggambar memiliki beberapa fungsi dalam penguatan literasi, di antaranya:
-
Mengembangkan imajinasi dan daya pikir simbolik. Anak belajar menuangkan gagasan dan pengalaman dalam bentuk visual, yang kelak akan memudahkan mereka menuangkannya dalam bentuk tulisan.
-
Melatih koordinasi motorik halus. Kemampuan ini sangat berhubungan dengan keterampilan menulis.
-
Meningkatkan kepercayaan diri. Saat anak mampu menyelesaikan gambar dan menceritakan maknanya, mereka belajar mengekspresikan ide secara lisan.
-
Menyeimbangkan aspek kognitif dan afektif. Literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga membangun rasa, kreativitas, dan karakter.
Dengan pendekatan ini, HASUPA berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak melulu berorientasi pada kemampuan kognitif, tetapi juga memberi ruang bagi perkembangan seni dan ekspresi diri anak.
Sebagaimana biasa, kegiatan ditutup dengan sesi edukasi literasi finansial. Anak-anak diberikan pemahaman sederhana tentang pentingnya menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta belajar menghargai uang sebagai hasil kerja keras. Edukasi ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mandiri dan bertanggung jawab sejak dini.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus kenangan kebersamaan yang selalu dinantikan setiap pekan.
Melalui HASUPA, semangat kepedulian terhadap aksara terus tumbuh. Perlahan namun pasti, langkah kecil setiap Sabtu sore ini menjadi bagian dari upaya besar mencerdaskan generasi dan menumbuhkan harapan di tengah masyarakat.



Komentar
Posting Komentar