HASUPA : Hadirkan Sistem Kelas Baru yang Lebih Terarah (11)
SMAN 1 Petak Malai - Sabtu, 7 Februari 2026, program HASUPA (Harmoni Aksi Siswa Peduli Aksara) kembali dilaksanakan sebagai wujud komitmen SMAN 1 Petak Malai dalam memperkuat literasi kemasyarakatan. Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara SMAN 1 Petak Malai dan Taman Baca Baraoi ini terus menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak di sekitar lingkungan taman baca.
Sejak pukul 15.00 WIB, anak-anak tampak antusias berdatangan menuju lokasi kegiatan yang tidak jauh dari Taman Baca Baraoi. Kehadiran mereka membawa semangat tersendiri bagi para relawan siswa yang telah bersiap menyambut dengan berbagai aktivitas literasi. Suasana sore itu terasa hangat bukan hanya karena cuaca, tetapi juga karena semangat berbagi ilmu dan kebersamaan yang terus terjaga.
Pada pertemuan kali ini, HASUPA menghadirkan konsep baru agar proses belajar menjadi lebih efektif. Jika sebelumnya peserta mengikuti kegiatan secara bersama tanpa pembagian klasikal, kini diterapkan sistem kelompok kelas yang disesuaikan dengan kemampuan anak. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap peserta mendapatkan pendampingan yang tepat sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.
Kelas pertama diberi nama Kelas Bintang, diperuntukkan bagi anak-anak yang belum mampu membaca atau menulis. Umumnya, peserta di kelas ini berasal dari jenjang TK maupun siswa sekolah dasar yang masih membutuhkan penguatan kemampuan calistung. Melalui pendekatan yang sabar dan menyenangkan, para pendamping berupaya menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak agar tidak takut belajar dari awal.
Selanjutnya, Kelas Mentari (Matahari) menjadi wadah bagi anak-anak yang sudah memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis. Di kelas ini, kegiatan menulis mulai dibiasakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan literasi. Anak-anak diajak mengekspresikan gagasan sederhana, menyalin cerita pendek, hingga mencoba menulis pengalaman mereka sendiri.
Adapun Kelas Galaksi dirancang untuk peserta tingkat SMP dan SMA. Berbeda dengan kelas lainnya, kegiatan di kelas ini lebih menekankan pada kemandirian dan pengembangan diri. Para peserta mulai diperkenalkan pada aktivitas yang lebih menantang seperti membuat resensi buku, menulis cerita, serta latihan berpikir kritis melalui diskusi ringan. Harapannya, mereka tidak hanya menjadi pembaca aktif, tetapi juga mampu menghasilkan karya.
Meski terbagi ke dalam beberapa kelas, pada sesi tertentu seluruh peserta tetap bergabung dalam kelas besar. Kegiatan seperti literasi finansial, permainan edukatif, atau sesi motivasi dirancang agar dapat diikuti semua kelompok usia. Momen kebersamaan ini penting untuk menumbuhkan rasa persatuan sekaligus memperluas pengalaman belajar anak-anak.
Penerapan sistem kelas baru ini diharapkan mampu membuat tujuan pembelajaran HASUPA menjadi lebih terarah dan berdampak nyata. Dengan pendekatan yang sesuai kebutuhan peserta, proses belajar tidak hanya berlangsung lebih efektif tetapi juga lebih bermakna bagi perkembangan mereka.
Melalui HASUPA, SMAN 1 Petak Malai kembali menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga hadir di tengah masyarakat. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa ketika sekolah, siswa, dan komunitas bergerak bersama, harmoni dalam membangun budaya literasi bukanlah sekadar harapan melainkan kenyataan yang terus bertumbuh.

Komentar
Posting Komentar