Sinergi SMAN 1 Petak Malai dan Kecamatan Petak Malai dalam Mendukung Pelaksanaan Musrenbang 2026

Petak Malai - Kegiatan tahunan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Petak Malai kembali digelar pada Rabu, 11 Februari 2026. Musrenbang merupakan forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan guna merumuskan arah pembangunan daerah agar selaras dengan kebutuhan masyarakat. Tahun ini, pelaksanaan Musrenbang menghadirkan nuansa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sinergi Sekolah dan Kecamatan

Jika biasanya kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh bupati, perwakilan pemerintah kabupaten, serta pejabat terkait, maka untuk pertama kalinya Musrenbang Kecamatan Petak Malai dilaksanakan dalam mode hybrid. Kegiatan yang berpusat di Aula Merah Putih Kecamatan Petak Malai tetap menghadirkan seluruh unsur Muspika, tokoh masyarakat, serta perwakilan instansi secara tatap muka, sementara koordinasi dengan jajaran pemerintah kabupaten dilakukan melalui platform Zoom.

Musrenbang Kecamatan

Perubahan mekanisme ini tidak terlepas dari faktor efisiensi anggaran yang tengah menjadi perhatian berbagai lini pemerintahan. Meski demikian, Camat Petak Malai, Bapak Andrew Santo Malcoveno, S.H, tetap menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan forum penting ini berjalan optimal sebagai pijakan dalam memantapkan rencana pembangunan kecamatan ke depan.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menjalin koordinasi dengan SMAN 1 Petak Malai guna mendukung kelancaran kegiatan, khususnya pada aspek sarana teknologi. Kecamatan Petak Malai meminjam fasilitas TV interaktif milik sekolah sebagai media utama pelaksanaan Zoom agar komunikasi dengan pihak kabupaten tetap berjalan efektif.

Permintaan tersebut disambut dengan baik oleh Kepala SMAN 1 Petak Malai, Muhammad Jumani, S.Pd. Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan daerah, beliau segera menginstruksikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana untuk menyiapkan satu unit TV interaktif lengkap dengan perangkat power supply sebagai cadangan listrik. Kesiapan ini menjadi bagian penting dalam mengantisipasi kendala teknis, terutama mengingat kondisi infrastruktur di wilayah pedalaman yang sering menghadapi tantangan tersendiri.

Berkat kolaborasi yang solid antara pihak kecamatan dan sekolah, pelaksanaan Musrenbang yang untuk pertama kalinya menggunakan sistem hybrid dapat berlangsung relatif lancar dan sesuai rencana. Diskusi, pemaparan program, serta proses koordinasi dengan pemerintah kabupaten tetap dapat dilakukan tanpa hambatan berarti.

Sinergi ini menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung kemajuan daerah. Keterlibatan SMAN 1 Petak Malai menunjukkan komitmen institusi pendidikan untuk turut berkontribusi dalam pembangunan, baik melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia maupun dukungan fasilitas.

Ke depan, diharapkan kerja sama seperti ini dapat terus terjalin dan bahkan semakin diperkuat. Kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan, terlebih bagi wilayah pedalaman yang membutuhkan semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat.

SMAN 1 Petak Malai percaya bahwa kemajuan pendidikan dan pembangunan daerah adalah dua hal yang saling berkaitan. Ketika keduanya berjalan beriringan, maka harapan untuk menciptakan generasi yang unggul sekaligus daerah yang berkembang bukanlah sekadar cita-cita, melainkan sebuah keniscayaan.

Komentar