Gladi TKA Hari Pertama: Memantapkan Kesiapan Siswa SMAN 1 Petak Malai Menghadapi TKA 2026

Petak Malai, 5 Oktober 2026 — SMAN 1 Petak Malai kembali melakukan pemantapan persiapan menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Setelah sebelumnya mengikuti tahapan simulasi, pada Senin (5/10/2026) seluruh peserta TKA SMAN 1 Petak Malai mengikuti gladi bersih TKA hari pertama sebagai bagian dari persiapan menuju pelaksanaan TKA yang sesungguhnya.
Gladi TKA 2026

Kegiatan gladi bukan sekadar menguji apakah perangkat dapat digunakan atau jaringan dapat terhubung dengan sistem. Lebih dari itu, gladi menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memastikan bahwa peserta didik benar-benar siap menghadapi situasi ujian berbasis komputer, baik dari sisi teknis, prosedural maupun mental.

Secara umum, simulasi dan gladi memiliki fungsi yang berbeda. Simulasi lebih diarahkan untuk mengenalkan sekaligus menguji kesiapan teknis sistem dan perangkat. Sementara itu, gladi dilaksanakan dengan kondisi yang semakin mendekati pelaksanaan sebenarnya.

Pada tahap gladi, seluruh peserta mengikuti kegiatan secara langsung. Mereka tidak hanya belajar bagaimana masuk ke sistem, membaca petunjuk, memilih jawaban dan menyelesaikan soal melalui perangkat komputer, tetapi juga belajar mengikuti alur dan tata tertib pelaksanaan asesmen secara utuh.
Hal tersebut menjadi penting bagi SMAN 1 Petak Malai. Sebagai sekolah yang berada di wilayah pedalaman Kalimantan Tengah, tidak semua peserta didik memiliki pengalaman yang sama dalam menggunakan perangkat komputer atau Chromebook.

Bagi sebagian anak, menggunakan Chromebook untuk mengerjakan asesmen bukanlah sesuatu yang setiap hari mereka lakukan. Karena itu, kemampuan mengoperasikan perangkat, menggunakan tetikus atau touchpad, berpindah halaman, membaca instruksi pada layar, hingga tetap tenang ketika menghadapi kendala teknis merupakan bagian dari pembelajaran tersendiri.
Gladi menjadi ruang untuk membangun kebiasaan tersebut.

Anak-anak tidak hanya dipersiapkan agar mampu menjawab soal, tetapi juga agar tidak gagap, kaku dan canggung ketika berhadapan dengan perangkat serta suasana asesmen yang sesungguhnya.

Memastikan Kesiapan Sarana dan Peserta
Pelaksanaan gladi TKA hari pertama di SMAN 1 Petak Malai sekaligus menjadi kesempatan untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap berbagai sarana pendukung.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain kesiapan jaringan internet, perangkat Chromebook yang digunakan peserta, kelengkapan pendukung lainnya serta kesiapan peserta dan petugas dalam mengikuti setiap tahapan pelaksanaan.

Dalam konteks sekolah di daerah pedalaman, kesiapan infrastruktur menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kesiapan peserta didik. Koneksi internet, perangkat, sumber listrik dan sistem pendukung harus berjalan secara beriringan agar asesmen dapat terlaksana dengan baik.

Pada pelaksanaan gladi hari pertama ini, secara umum kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Perangkat dapat digunakan dan peserta dapat mengikuti tahapan gladi sebagaimana mestinya.
Kendala yang sempat terlihat terdapat pada bagian sistem penginputan data pengawas yang mengalami sedikit gangguan. Kendala tersebut bersifat pada sistem dan diduga berkaitan dengan proses pengembangan atau penyesuaian aplikasi pusat. Di luar hal tersebut, pelaksanaan gladi dapat berlangsung dengan baik.

TKA 2026 dan Manfaatnya bagi Peserta Didik

Tes Kemampuan Akademik atau TKA merupakan asesmen terstandar yang dirancang untuk memberikan gambaran mengenai capaian akademik peserta didik secara lebih objektif. Pemerintah menjelaskan bahwa TKA antara lain bertujuan memperoleh informasi capaian akademik yang terstandar untuk keperluan seleksi akademik serta memberikan informasi kepada peserta didik mengenai kekuatan dan kelemahan mereka dalam bidang akademik.

Bagi siswa SMA, hasil TKA juga memiliki manfaat dalam memberikan gambaran capaian akademik yang dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan pendidikan setelah lulus. Untuk tahun 2026, pemerintah juga menjelaskan bahwa hasil TKA dapat digunakan sebagai salah satu data yang memvalidasi nilai rapor dalam proses Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). TKA sendiri tidak menjadi penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.

Dengan demikian, mengikuti TKA bukan semata-mata tentang mendapatkan nilai. Bagi peserta didik, TKA juga menjadi kesempatan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan akademiknya dalam ukuran yang lebih terstandar.

Bagi sekolah, hasil tersebut dapat menjadi bahan refleksi untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran telah memberikan bekal akademik kepada peserta didik. Sementara bagi siswa, hasil TKA dapat menjadi salah satu informasi dalam merencanakan pendidikan mereka setelah menyelesaikan jenjang SMA.

Menyiapkan Anak Pedalaman Menghadapi Pengalaman yang Lebih Luas
Persiapan TKA di SMAN 1 Petak Malai memiliki konteks yang sedikit berbeda dibandingkan sekolah yang berada di wilayah perkotaan.

Di tengah keterbatasan akses dan fasilitas, peserta didik tetap harus memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan mereka. Karena itu, pembiasaan menggunakan teknologi menjadi bagian penting dari persiapan.

Gladi bukan hanya tentang apakah siswa mampu menyelesaikan soal. Gladi juga menjadi proses membangun kepercayaan diri.

Ketika seorang siswa yang sebelumnya masih canggung menggunakan Chromebook akhirnya mampu masuk ke sistem secara mandiri, memahami instruksi dan menyelesaikan tahapan asesmen dengan tenang, sebenarnya telah terjadi sebuah proses pembelajaran yang penting.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat mengurangi rasa gugup ketika pelaksanaan TKA yang sesungguhnya tiba.

Untuk jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat, rangkaian TKA 2026 dilaksanakan secara bertahap. Setelah pendaftaran dan simulasi, tahap gladi bersih berlangsung pada 5–18 Oktober 2026. Selanjutnya, pelaksanaan utama TKA dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober–8 November 2026, dengan pelaksanaan susulan pada 16–29 November 2026.

Bagi SMAN 1 Petak Malai, tahapan gladi menjadi bagian penting untuk melakukan evaluasi akhir sebelum memasuki pelaksanaan utama. Sekolah berharap berbagai persiapan yang telah dilakukan, mulai dari kesiapan perangkat, jaringan, sistem, petugas hingga pembiasaan peserta didik, dapat memberikan hasil yang baik sehingga pelaksanaan TKA nantinya dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Lebih jauh, sekolah berharap pelaksanaan TKA dapat memberikan gambaran yang objektif mengenai kemampuan akademik peserta didik di seluruh Indonesia, termasuk anak-anak yang belajar di wilayah pedalaman seperti Kalimantan Tengah. Sebab, kesempatan untuk menunjukkan kemampuan seharusnya tidak dibatasi oleh jarak dan kondisi geografis.
Dari Tumbang Baraoi, anak-anak SMAN 1 Petak Malai terus belajar untuk berani menghadapi tantangan yang lebih luas. 

Belajar di Desa, Berkarya untuk Dunia.

Komentar