Di Tengah Pemadaman Listrik, Power Station Jadi Penopang Pembelajaran Digital di SMAN 1 Petak Malai
www.sman1petakmalai - Gangguan distribusi listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dalam beberapa waktu terakhir kembali menunjukkan betapa pentingnya ketersediaan energi yang stabil bagi berbagai sektor kehidupan. Pemadaman listrik bergilir tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat dan dunia usaha, tetapi juga turut memengaruhi penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
Banyak kegiatan pendidikan saat ini telah bergantung pada ketersediaan energi listrik. Terlebih, sebagian besar sekolah jenjang SMA, SMK, dan SKh di Kalimantan Tengah telah menerima bantuan perangkat digitalisasi pembelajaran, salah satunya berupa papan tulis interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP). Pemanfaatan perangkat tersebut tentu memerlukan pasokan listrik yang stabil dan memadai agar dapat digunakan secara optimal dalam mendukung proses belajar mengajar.
Selain pembelajaran di kelas, listrik juga menjadi kebutuhan penting dalam pelaksanaan berbagai kegiatan berbasis teknologi, seperti asesmen, ujian berbantuan komputer, pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN), kegiatan administrasi sekolah, serta berbagai lomba dan program pendidikan lainnya yang menggunakan perangkat digital. Gangguan pasokan listrik dapat menyebabkan kegiatan-kegiatan tersebut mengalami keterlambatan maupun hambatan dalam pelaksanaannya.
Berdasarkan informasi yang berkembang, gangguan pada sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan menyebabkan pemadaman bergilir kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Proses pemulihan masih dilakukan melalui perbaikan sejumlah unit pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali stabil.
Di tengah kondisi tersebut, sekolah-sekolah di wilayah pedalaman yang memperoleh bantuan perangkat digitalisasi pembelajaran memiliki keunggulan tersendiri. Selain mendapatkan perangkat pembelajaran digital, sebagian sekolah juga dilengkapi dengan sarana pendukung berupa layanan internet satelit serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) melalui penggunaan Power Station Portabel.
SMAN 1 Petak Malai merupakan salah satu sekolah yang memperoleh dukungan tersebut. Saat ini, sekolah memiliki dua unit Power Station Portabel yang menjadi sumber energi utama untuk memenuhi berbagai kebutuhan listrik di lingkungan sekolah, termasuk mendukung penggunaan papan tulis interaktif dan perangkat pembelajaran lainnya.
Sebelum adanya bantuan tersebut, kebutuhan listrik di SMAN 1 Petak Malai masih sangat bergantung pada penggunaan generator set atau genset berkapasitas kecil. Kondisi ini disebabkan karena wilayah sekolah belum terjangkau jaringan listrik PLN maupun jaringan listrik desa. Selain memiliki kapasitas daya yang terbatas, penggunaan genset juga membutuhkan biaya operasional yang cukup besar karena memerlukan bahan bakar secara rutin.
Kini, keberadaan PLTS dan Power Station Portabel telah memberikan perubahan yang berarti bagi pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Kegiatan belajar mengajar berbasis digital dapat dilaksanakan dengan lebih baik melalui pemanfaatan papan tulis interaktif. Guru dapat menampilkan bahan ajar, gambar, video, serta berbagai media pembelajaran digital untuk membantu siswa memahami materi secara lebih menarik dan interaktif.
Meskipun demikian, pemanfaatan energi surya tetap memiliki sejumlah keterbatasan. Pengisian daya kedua unit Power Station Portabel masih bergantung pada ketersediaan sinar matahari, sedangkan kapasitas penyimpanan energi juga memiliki batas penggunaan. Oleh karena itu, sekolah perlu mengatur pemakaian perangkat secara bijak dan terkadang menggunakan kedua unit secara bergantian agar energi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
Namun, kondisi tersebut justru menjadi bukti pentingnya kemandirian energi bagi sekolah-sekolah di wilayah terpencil. Ketika sejumlah daerah di Kalimantan Tengah menghadapi ketidakstabilan pasokan listrik dan pemadaman bergilir, SMAN 1 Petak Malai tetap dapat melaksanakan pembelajaran berbasis digital dengan relatif lancar.
Keberadaan PLTS tidak hanya menjadi sumber listrik alternatif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan energi di lingkungan pendidikan. Energi matahari yang tersedia secara alami dapat dimanfaatkan untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran, terutama di daerah yang belum terjangkau jaringan listrik konvensional.
Bagi SMAN 1 Petak Malai, bantuan perangkat digitalisasi yang dilengkapi dengan dukungan energi surya telah membuka peluang baru bagi pelaksanaan pendidikan berbasis teknologi. Keterbatasan geografis tidak lagi sepenuhnya menjadi penghalang untuk menghadirkan pembelajaran digital yang berkualitas.
Di tengah gangguan distribusi listrik yang masih dirasakan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, keberadaan PLTS menjadi kabar baik dan harapan bagi sekolah-sekolah di daerah pedalaman. Selama matahari masih bersinar, energi tetap dapat dihasilkan, perangkat pembelajaran dapat digunakan, dan proses pendidikan dapat terus berjalan.
Dari wilayah pedalaman Kalimantan Tengah, SMAN 1 Petak Malai membuktikan bahwa ketahanan energi dapat menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga pembelajaran tetap menyala.
“Selama matahari masih bersinar, pembelajaran akan tetap berjalan.”
SMAN 1 Petak Malai — Belajar di Desa, Berkarya untuk Dunia.



Komentar
Posting Komentar