SMAN 1 Petak Malai Waspadai Kabut Asap, Kegiatan Pembelajaran Tetap Berjalan Normal

Petak Malai, 19 Agustus 2026 — SMAN 1 Petak Malai terus memantau perkembangan kondisi kualitas udara dan kabut asap di sekitar lingkungan sekolah menyusul diterbitkannya Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 400.3.1/4480/Disdik.PSMK.01/2026 tanggal 18 Agustus 2026 tentang Kegiatan Belajar Mengajar Akibat Terpapar Kabut Asap pada satuan pendidikan SMA, SMK, dan SKh di Provinsi Kalimantan Tengah.

Kondisi Paparan Asap di SMAN 1 Petak Malai

Surat edaran tersebut diterbitkan sebagai tindak lanjut atas himbauan sebelumnya terkait proses pembelajaran dalam situasi kabut asap. Kebijakan ini menjadi bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap keberlangsungan pembelajaran sekaligus perlindungan kesehatan peserta didik dan warga sekolah di wilayah yang terdampak.

Dalam surat tersebut, sekolah yang mengalami dampak kabut asap diminta melakukan sejumlah penyesuaian, antara lain menghimbau peserta didik menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, meniadakan upacara atau apel di lapangan, serta menyesuaikan durasi pembelajaran dari 45 menit menjadi 30 menit untuk setiap jam pelajaran. Sekolah juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah dan menyiapkan langkah penanganan apabila terdapat peserta didik yang mengalami gangguan pernapasan.

Sementara itu, kondisi lingkungan SMAN 1 Petak Malai hingga saat ini masih relatif ringan dari paparan kabut asap. Berdasarkan pengamatan di lingkungan sekitar, asap yang terlihat diduga merupakan kiriman dari titik-titik kebakaran di wilayah lain atau daerah hilir.

Kondisi tersebut juga sejalan dengan situasi aktivitas masyarakat di wilayah Petak Malai dan sekitarnya yang saat ini masih berada pada tahapan manirik atau menebas dan membuka lahan. Dengan demikian, berdasarkan pengamatan sementara, belum terlihat adanya aktivitas pembakaran lahan secara luas di sekitar lingkungan sekolah yang dapat menjadi sumber utama kabut asap.

Meski demikian, pihak sekolah tidak mengabaikan potensi perubahan kondisi tersebut. Peserta didik tetap diingatkan untuk menggunakan masker, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan, serta mengurangi aktivitas fisik yang berlebihan di ruang terbuka selama kondisi udara belum sepenuhnya bersih.

Untuk sementara, SMAN 1 Petak Malai belum menerapkan pengurangan jam tatap muka sebagaimana ketentuan bagi sekolah yang terdampak kabut asap secara signifikan. Kegiatan pembelajaran masih dilaksanakan dengan durasi normal. Namun, kondisi kualitas udara akan terus dipantau dan penyesuaian kegiatan belajar mengajar akan dilakukan apabila situasi mengalami perubahan.

Kepala sekolah juga mengingatkan seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menjaga lingkungan, termasuk dengan tidak melakukan pembakaran sampah di lingkungan sekolah. Langkah sederhana tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga kualitas udara dan menciptakan lingkungan belajar yang sehat.

Bagi SMAN 1 Petak Malai, keberlangsungan pembelajaran tetap penting, tetapi kesehatan dan keselamatan peserta didik merupakan prioritas utama. Sekolah akan terus mengikuti perkembangan kondisi kabut asap dan arahan dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

Belajar tetap berjalan, kesehatan tetap dijaga, dan kewaspadaan terus ditingkatkan.

Dengan semangat “Belajar di Desa, Berkarya untuk Dunia”, SMAN 1 Petak Malai terus berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik dengan menyesuaikan kondisi dan tantangan yang dihadapi di lapangan.

Komentar