Kualitas Udara Hari Ini Menurun: SMAN 1 Petak Malai Terus Pantau Kondisi Harian

Tumbang Baraoi, 25 September 2026 — Setelah beberapa hari terakhir kondisi kualitas udara di sekitar SMAN 1 Petak Malai berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan, dengan angka pemantauan yang sempat berada pada kisaran 400–700-an, pagi ini mulai terlihat adanya penurunan.

Hujan di Katingan

Berdasarkan pemantauan menggunakan sensor PM5003 yang terintegrasi dengan sistem pemantauan kualitas udara SMAN 1 Petak Malai, angka yang terpantau pagi ini berada di kisaran 270-an. Penurunan ini tentu menjadi perkembangan yang cukup menggembirakan dibandingkan kondisi beberapa hari sebelumnya.

Namun demikian, angka tersebut masih menunjukkan kondisi udara yang sangat tidak sehat. Dalam klasifikasi ISPU Indonesia, rentang 201–300 berada pada kategori “Sangat Tidak Sehat”, sedangkan angka di atas 300 masuk kategori “Berbahaya”.

Dengan demikian, penurunan angka pagi ini belum dapat langsung dimaknai bahwa kondisi udara sudah aman untuk kembali melakukan pembelajaran tatap muka secara normal.

Hujan Mulai Turun, Harapan untuk Perbaikan Kualitas Udara

Saat berita ini ditulis, wilayah sekitar satuan pendidikan SMAN 1 Petak Malai juga sedang diguyur hujan ringan.

Kehadiran hujan tentu menjadi sesuatu yang diharapkan dalam kondisi kabut asap seperti saat ini. Secara alami, hujan memang dapat membantu membersihkan atmosfer melalui proses rain washing atau pencucian atmosfer, yaitu ketika sebagian partikulat dan polutan di udara terbawa turun bersama air hujan.

Namun, hujan ringan belum tentu langsung menghasilkan udara yang bersih.

Masyarakat mungkin pernah mengalami situasi yang terasa cukup membingungkan: hujan sudah turun, tetapi kabut asap justru terlihat semakin tebal dan udara terasa semakin pengap.

Fenomena tersebut dapat terjadi karena hujan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas udara.

Mengapa Hujan Turun tetapi Kabut Asap Bisa Semakin Tebal?

Salah satu cara sederhana untuk membayangkannya adalah seperti panci yang ditutup.

Ketika sebuah panci ditutup, uap dan panas tidak langsung keluar begitu saja. Sebagian tetap tertahan di dalam ruang yang terbatas. Kondisi atmosfer tertentu dapat bekerja dengan prinsip yang kurang lebih serupa.

Ketika kelembapan meningkat akibat hujan atau udara basah, sementara angin di dekat permukaan relatif lemah, partikel-partikel asap yang sudah berada di udara dapat menjadi lebih sulit tersebar. Kelembapan yang tinggi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan konsentrasi partikulat melalui proses yang melibatkan uap air dan aerosol.

Selain itu, kondisi atmosfer tertentu dapat membentuk inversi suhu, yaitu ketika lapisan udara yang lebih hangat berada di atas lapisan udara yang lebih dingin dekat permukaan. Dalam kondisi seperti ini, pergerakan udara secara vertikal menjadi terhambat sehingga partikulat seperti PM2.5 dapat tertahan lebih dekat dengan permukaan tempat manusia bernapas.

Akibatnya, meskipun hujan telah turun, asap tidak selalu langsung “terangkat” atau hilang. Jika hujan masih ringan, proses pencucian partikulat mungkin belum cukup kuat untuk mengurangi konsentrasi polutan secara signifikan. Pada saat yang sama, meningkatnya kelembapan dapat membuat udara tampak lebih berkabut sehingga secara visual kabut asap justru terlihat semakin pekat.

Karena itu, hujan ringan sebaiknya dipandang sebagai salah satu tanda yang berpotensi membantu perbaikan kondisi, bukan sebagai satu-satunya indikator bahwa kualitas udara sudah aman.

Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa pemantauan kualitas udara perlu melihat angka partikulat, kondisi cuaca, arah dan kecepatan angin, serta perkembangan kondisi atmosfer secara keseluruhan, bukan hanya apakah hujan turun atau tidak.

PJJ Luring/BDR Masih Menjadi Pilihan yang Dipertimbangkan

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, SMAN 1 Petak Malai masih terus melaksanakan dan mengevaluasi kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Luring atau Belajar dari Rumah (BDR).

Kebijakan ini bukan semata-mata karena angka kualitas udara mengalami kenaikan atau penurunan pada satu waktu tertentu, tetapi merupakan bagian dari upaya sekolah untuk menjaga agar proses pembelajaran tetap berjalan sekaligus mengurangi paparan peserta didik dan warga sekolah terhadap kondisi udara yang belum aman.

PJJ Luring/BDR dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan akses komunikasi peserta didik. Sebagian besar wilayah tempat tinggal peserta didik masih memiliki keterbatasan jaringan internet, sehingga pembelajaran tidak sepenuhnya dilakukan secara daring. Mekanisme yang diterapkan adalah pemberian dan pengumpulan tugas secara berkala, sehingga peserta didik tetap memperoleh layanan pembelajaran meskipun tidak hadir secara langsung di sekolah.

Sekolah Terus Melakukan Pemantauan

Sekolah akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap dua hal yang saling berkaitan, yaitu:

  • perkembangan kualitas udara harian berdasarkan data pemantauan yang tersedia;
  • perkembangan pelaksanaan PJJ Luring/BDR dan keberlangsungan proses belajar peserta didik.

Penurunan angka dari kisaran 400–700-an menjadi sekitar 270-an pagi ini merupakan perkembangan yang perlu dicermati secara positif. Namun, angka tersebut masih berada dalam kategori Sangat Tidak Sehat, sehingga belum dapat dijadikan dasar tunggal untuk menyatakan kondisi sudah aman.

Sekolah akan terus mengikuti perkembangan kondisi udara dalam beberapa hari ke depan. Apabila kualitas udara menunjukkan perbaikan yang konsisten dan angka ISPU berada di bawah 200, maka pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas akan kembali dipertimbangkan dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca, perkembangan kabut asap, serta informasi dan arahan dari instansi terkait.

Dengan demikian, setiap keputusan sekolah akan tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian, keberlanjutan pembelajaran, dan perlindungan warga satuan pendidikan.

Hujan yang turun pagi ini semoga menjadi awal dari proses pemulihan kualitas udara di Tumbang Baraoi dan sekitarnya. Namun, sampai kondisi benar-benar membaik, kewaspadaan tetap diperlukan.

Kualitas udara membaik adalah kabar baik. Tetapi memastikan udara benar-benar aman untuk belajar adalah hal yang tidak kalah penting.

Komentar