SMAN 1 Petak Malai Ikuti Pembelajaran Virtual tentang Radikalisme, Terorisme, dan Intoleransi

Petak Malai, 8 September 2026 — SMAN 1 Petak Malai kembali mengikuti kegiatan pembelajaran secara virtual yang membahas materi Radikalisme, Terorisme, dan Intoleransi pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta didik secara klasikal di ruang kelas dengan memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis interaktif sebagai media utama untuk mengikuti kegiatan melalui aplikasi Zoom.

pembelajaran materi Radikalisme, Terorisme, dan Intoleransi

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran dan edukasi yang dilaksanakan secara berkala bagi peserta didik SMA dan SMK di Kalimantan Tengah. Materi disampaikan dalam rangka memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai radikalisme, terorisme, dan intoleransi serta pentingnya membangun sikap yang mampu menjaga persatuan dan kerukunan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan kali ini berdasarkan Surat Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 400.3.1/4883/Disdik.PSMK.03/2026 tanggal 4 September 2026 tentang Pembelajaran secara Virtual materi Radikalisme, Terorisme, dan Intoleransi. Surat tersebut merupakan tindak lanjut dari surat sebelumnya terkait kegiatan serupa dari Kasatgaswil Kalimantan Tengah Densus 88 Anti Teror Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dalam surat tersebut, satuan pendidikan diminta mengikutsertakan dan memfasilitasi seluruh peserta didik kelas X untuk mengikuti kegiatan.

Untuk satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka, peserta didik diarahkan mengikuti kegiatan secara klasikal. Sementara itu, peserta didik dari sekolah yang sedang melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mengikuti kegiatan menggunakan akun masing-masing. Peserta didik juga didampingi oleh guru yang bertugas sesuai jadwal pelajaran pada hari tersebut.

Di SMAN 1 Petak Malai, kegiatan dilaksanakan dengan mengumpulkan peserta didik di ruang kelas dan mengikuti tayangan pembelajaran melalui IFP. Meskipun kegiatan secara khusus ditujukan bagi peserta didik kelas X, pelaksanaan secara klasikal menjadi bagian dari upaya sekolah memfasilitasi peserta didik agar dapat mengikuti kegiatan dengan tertib dan terarah.

Mengalami Kendala Teknis Saat Kegiatan Berlangsung

Pelaksanaan kegiatan pada pagi hari berjalan hingga sekitar pukul 08.48 WIB, ketika aplikasi Zoom yang digunakan untuk mengikuti kegiatan tiba-tiba tertutup. Sekolah kemudian mencoba kembali bergabung ke ruang pertemuan, namun pada saat dilakukan upaya masuk kembali, kapasitas pertemuan Zoom telah penuh sehingga peserta dari SMAN 1 Petak Malai tidak dapat kembali bergabung.

Kondisi tersebut diperkirakan berkaitan dengan tingginya jumlah peserta yang mengikuti kegiatan secara bersamaan. Pada saat yang sama, sejumlah satuan pendidikan di Kalimantan Tengah juga sedang menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sehingga peserta didik mengikuti kegiatan secara daring dari rumah. Besarnya jumlah peserta yang mengakses ruang Zoom secara bersamaan diduga menyebabkan kapasitas pertemuan mencapai batas maksimal.

Kendala tersebut menjadi bagian dari dinamika pelaksanaan pembelajaran virtual yang melibatkan peserta dalam jumlah besar. Meskipun demikian, sebelum terjadinya gangguan teknis, peserta didik SMAN 1 Petak Malai telah mengikuti kegiatan secara klasikal dengan pendampingan guru.

Membangun Pemahaman dan Sikap Toleran Sejak di Bangku Sekolah

Pembelajaran mengenai radikalisme, terorisme, dan intoleransi menjadi salah satu bentuk edukasi penting bagi peserta didik di tengah perkembangan informasi yang begitu cepat. Sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membekali peserta didik dengan kemampuan memahami perbedaan, menghargai keberagaman, serta menyikapi informasi secara bijak.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara berkala seperti ini, peserta didik diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menghindari sikap intoleran, serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai paham atau informasi yang dapat mengarah pada tindakan kekerasan dan perpecahan.

Bagi SMAN 1 Petak Malai, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam buku teks, tetapi juga memberikan wawasan mengenai persoalan sosial yang dihadapi generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.

Komentar