Mengoptimalkan Platform Kelas Digital Huma Betang di Tengah Keterbatasan Sarana SMAN 1 Petak Malai

SMAN 1 Petak Malai terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran melalui Platform Kelas Digital Huma Betang. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk mengikuti perkembangan digitalisasi pendidikan sekaligus memanfaatkan berbagai sarana pembelajaran yang telah disediakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Pengoptimalan Platform Kelas digital Huma Betang

Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pemberitahuan dan pembinaan penggunaan Platform Kelas Digital Huma Betang kepada seluruh guru SMAN 1 Petak Malai tertanggal 2 September 2026. Berdasarkan hasil pemantauan melalui mode admin platform pada tanggal tersebut, dari 10 guru yang menjadi sasaran pemantauan, baru 3 guru yang tercatat aktif menggunakan platform, yaitu Eko Ardinatha, Set Nita, dan Delima Sinaga.

Hasil pemantauan tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai angka capaian, tetapi menjadi bahan evaluasi dan pembinaan bersama. Sekolah menyadari bahwa proses pemanfaatan teknologi tidak dapat dilepaskan dari kondisi nyata satuan pendidikan, termasuk ketersediaan sarana, prasarana, kemampuan pengguna, serta kondisi lingkungan sekolah.

Sebagai satuan pendidikan yang berada di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur, SMAN 1 Petak Malai menghadapi tantangan tersendiri dalam menerapkan pembelajaran berbasis digital.

Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP), misalnya, sebenarnya membuka peluang yang cukup besar bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif. Namun, penggunaannya belum dapat berlangsung secara optimal karena ketersediaan listrik sekolah saat ini masih sangat bergantung pada power station panel surya portable.

Kondisi tersebut membuat penggunaan perangkat digital harus dilakukan secara bijaksana. Guru tidak selalu dapat menggunakan IFP dalam durasi panjang atau setiap saat sebagaimana sekolah yang memiliki pasokan listrik yang stabil. Pemanfaatan perangkat pun perlu menyesuaikan kondisi daya yang tersedia.

Tantangan lainnya adalah akses internet. Sebagian fitur dalam Platform Kelas Digital Huma Betang dirancang untuk mendukung aktivitas pembelajaran yang membutuhkan koneksi internet dari sisi guru maupun peserta didik. Sementara itu, akses jaringan internet di sekitar satuan pendidikan belum tersedia secara merata bagi masyarakat.

Kondisi ini menjadi semakin penting ketika pembelajaran atau aktivitas pada platform menuntut siswa untuk mengakses materi dan mengerjakan aktivitas secara mandiri dari luar lingkungan sekolah. Tidak semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan koneksi internet ketika berada di rumah atau lingkungan tempat tinggalnya.

Dengan demikian, optimalisasi Huma Betang di SMAN 1 Petak Malai tidak dapat disamakan begitu saja dengan implementasinya di sekolah yang memiliki dukungan infrastruktur digital yang lebih lengkap.

Meskipun menghadapi berbagai keterbatasan, kondisi tersebut bukan alasan bagi sekolah untuk mengabaikan pemanfaatan Platform Kelas Digital Huma Betang.

Justru, sekolah mendorong agar platform tersebut mulai dimanfaatkan sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang tersedia. Hal ini sejalan dengan pemberitahuan sekolah yang menegaskan bahwa penggunaan Huma Betang perlu dilaksanakan oleh seluruh guru dengan mempertimbangkan sarana, prasarana, kemampuan, serta kondisi satuan pendidikan.

Guru yang belum aktif menggunakan platform diharapkan mulai melakukan akses dan memanfaatkannya secara bertahap. Sementara guru yang telah aktif diharapkan dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan pemanfaatannya serta membantu rekan guru lain yang masih mengalami kesulitan.

Pendekatan ini penting agar digitalisasi pendidikan tidak dipahami hanya sebagai tuntutan untuk menggunakan teknologi sebanyak-banyaknya. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi proses pembelajaran.

Guru dapat memulai dari fitur-fitur yang paling memungkinkan digunakan dalam kondisi sekolah saat ini, kemudian secara bertahap mengembangkan pemanfaatannya seiring meningkatnya kemampuan guru dan tersedianya dukungan sarana.

Bagi SMAN 1 Petak Malai, penggunaan Huma Betang bukan hanya persoalan mengaktifkan akun atau mengejar angka aktivitas pada platform. Lebih jauh, proses ini merupakan bagian dari upaya membangun kebiasaan dan budaya pembelajaran digital di lingkungan sekolah.

Karena itu, sekolah akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan secara berkala. Pemantauan bukan dimaksudkan untuk sekadar melihat siapa yang aktif dan belum aktif, tetapi menjadi dasar untuk mengetahui kebutuhan pendampingan dan pembinaan guru. Hal tersebut juga telah ditegaskan dalam pemberitahuan sekolah bahwa hasil pemantauan digunakan sebagai bahan pendampingan dan pembinaan agar pemanfaatan platform dapat meningkat secara bertahap sesuai kondisi dan sarana sekolah.

Tiga guru yang telah aktif menggunakan Huma Betang dapat menjadi bagian dari proses berbagi pengalaman dengan rekan-rekan guru lainnya. Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, diharapkan hambatan teknis maupun kesulitan dalam memahami fitur platform dapat diselesaikan secara bersama-sama.

SMAN 1 Petak Malai memahami bahwa perjalanan menuju pembelajaran digital tidak selalu berjalan dengan kondisi yang ideal. Keterbatasan listrik, perangkat pendukung, dan akses internet merupakan bagian dari realitas yang harus dihadapi.

Namun, keterbatasan tersebut tidak berarti sekolah harus berhenti beradaptasi.

Digitalisasi pendidikan harus dimulai dari apa yang tersedia, dimanfaatkan sebaik mungkin, dan dikembangkan secara bertahap.

Melalui Platform Kelas Digital Huma Betang, sekolah berharap guru semakin terbiasa memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari pembelajaran, sementara peserta didik secara perlahan memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Pada akhirnya, keberhasilan pemanfaatan Huma Betang di SMAN 1 Petak Malai bukan semata-mata ditentukan oleh seberapa banyak fitur yang digunakan, tetapi oleh seberapa jauh teknologi tersebut mampu mendukung guru dalam melaksanakan pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.

SMAN 1 Petak Malai akan terus belajar, beradaptasi, dan bergerak maju dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, tanpa mengabaikan kondisi nyata yang ada di satuan pendidikan.

Komentar