ISPU Tembus Angka 600, SMAN 1 Petak Malai Terapkan PJJ Luring
Tumbang Baraoi, Selasa, 14 Oktober 2026 — Kondisi kualitas udara di sekitar SMAN 1 Petak Malai, Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan, masih menjadi perhatian serius. Pada Selasa pagi, kabut berwarna kekuningan tampak menyelimuti lingkungan sekolah. Situasi bahkan berubah semakin gelap sekitar pukul 07.30 WIB, sementara angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masih berada pada kisaran 600-an.
Dalam tiga hari terakhir, angka ISPU dilaporkan terus meningkat tajam hingga menembus angka 800. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama bagi sekolah untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar melalui metode Belajar dari Rumah (BDR) atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara luring.
Di tengah kondisi udara yang belum membaik, hujan sempat dilaporkan turun dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah Kecamatan Petak Malai. Sementara itu, di Desa Tumbang Baraoi, lokasi SMAN 1 Petak Malai berada, hujan akhirnya turun dalam durasi singkat dengan intensitas ringan.
Meskipun hujan telah turun, sekolah tetap mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang masih berada pada tingkat sangat berbahaya. Turunnya hujan dalam waktu singkat belum dapat dijadikan jaminan bahwa kualitas udara telah pulih dan aman untuk kegiatan di luar ruangan.
Penerapan PJJ luring bukan tanpa pertimbangan. Kondisi geografis wilayah, jarak tempat tinggal siswa, serta keterbatasan akses internet di sejumlah lokasi menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.
Oleh karena itu, penugasan secara luring dipilih sebagai alternatif agar proses pembelajaran tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan dan kondisi kesehatan peserta didik. Melalui metode ini, siswa tetap memperoleh tugas pembelajaran yang dapat dikerjakan di rumah sesuai arahan guru.
Dalam pelaksanaannya, siswa atau perwakilan siswa diminta datang ke sekolah untuk mengambil tugas bagi yang memungkinkan. Namun, sekolah memahami bahwa kondisi setiap siswa tidak sama, terlebih ketika kualitas udara masih sangat buruk dan berpotensi mengganggu kesehatan.
Sekolah Membuka Fasilitasi bagi Siswa yang Terkendala
SMAN 1 Petak Malai memberikan perhatian terhadap siswa yang mengalami kendala untuk datang ke sekolah, baik karena jarak, keterbatasan akses, maupun kondisi kesehatan yang terganggu akibat kabut asap.
Bagi siswa yang tidak memungkinkan mengambil tugas secara langsung, sekolah akan memfasilitasi melalui koordinasi dengan guru wali atau wali kelas. Siswa maupun orang tua diharapkan memberikan konfirmasi terlebih dahulu agar kebutuhan pembelajaran dapat dikoordinasikan dengan baik.
Pendekatan ini dilakukan agar tidak ada siswa yang merasa ditinggalkan dalam proses pembelajaran hanya karena menghadapi kendala di tengah situasi darurat lingkungan. Komunikasi antara sekolah, siswa, dan orang tua menjadi bagian penting untuk memastikan pembelajaran tetap berlangsung sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.
Keselamatan Tetap Menjadi Pertimbangan Utama
Situasi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Petak Malai mengingatkan kita bahwa keberlangsungan pendidikan perlu berjalan seiring dengan perlindungan kesehatan warga sekolah.
Sekolah tetap berupaya menjaga agar kegiatan pembelajaran tidak terhenti, tetapi pelaksanaannya perlu menyesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan. Ketika kualitas udara masih menunjukkan angka yang mengkhawatirkan, keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan bentuk kegiatan belajar.
SMAN 1 Petak Malai mengimbau siswa dan orang tua untuk terus memantau kondisi lingkungan, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika udara memburuk, serta segera menyampaikan informasi kepada wali kelas apabila mengalami gangguan kesehatan atau kesulitan mengikuti mekanisme PJJ luring.
Semoga kondisi udara di wilayah Petak Malai segera membaik, hujan turun lebih merata, dan seluruh warga sekolah senantiasa diberikan kesehatan serta perlindungan. Di tengah keterbatasan yang ada, kerja sama antara sekolah dan keluarga diharapkan dapat menjaga agar semangat belajar peserta didik tetap tumbuh tanpa mengesampingkan keselamatan.
SMAN 1 Petak Malai — Belajar di Desa, Berkarya untuk Dunia.

Komentar
Posting Komentar