SMAN 1 Petak Malai Ikuti Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh Tahun 2026
Tumbang Baraoi, 16 Oktober 2026 — SMAN 1 Petak Malai mengikuti Rapat Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah pada Jumat (16/10/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mengevaluasi pelaksanaan PJJ selama kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi satuan pendidikan di wilayah Kalimantan Tengah.
Rapat yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh satuan pendidikan SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) se-Kalimantan Tengah. Dalam kegiatan ini, SMAN 1 Petak Malai menyimak arahan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Kepala Bidang Pembinaan SMA (PSMA), serta Kepala Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) yang memandu jalannya rapat.
Menggali Kendala dan Menguatkan Pelaksanaan PJJ
Salah satu agenda utama rapat adalah menggali permasalahan yang dihadapi satuan pendidikan selama melaksanakan PJJ, sekaligus menghimpun masukan dan usulan sebagai bahan evaluasi serta perbaikan pelaksanaan pembelajaran dalam situasi darurat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah turut bergabung dan menyampaikan arahan kepada seluruh satuan pendidikan. Sekolah diimbau untuk terus mengoptimalkan pelaksanaan PJJ maupun Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sesuai dengan kondisi riil masing-masing satuan pendidikan. Penyesuaian metode pembelajaran perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan warga sekolah, keterjangkauan layanan pendidikan, serta kualitas proses belajar peserta didik.
Arahan tersebut menjadi penguatan bagi sekolah agar situasi darurat tidak menghilangkan perhatian terhadap hak peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan. Setiap satuan pendidikan diharapkan mampu menentukan langkah yang paling sesuai dengan kondisi lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta akses yang dimiliki.
Kewaspadaan terhadap Karhutla dan Pengamanan Aset Sekolah
Selain membahas pelaksanaan pembelajaran, rapat juga menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah preventif untuk melindungi aset satuan pendidikan. Seluruh sekolah diharapkan lebih memperhatikan keamanan lingkungan dan fasilitas sekolah guna mencegah terjadinya kebakaran, baik yang dipicu oleh karhutla maupun faktor lainnya.
Pesan ini menjadi perhatian penting bagi satuan pendidikan, khususnya sekolah yang berada di wilayah dengan risiko kebakaran dan kondisi lingkungan yang rentan. Upaya pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar fasilitas pendidikan tetap aman dan dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
Optimalisasi Kelas Digital Huma Betang
Dalam pembahasan lainnya, melalui arahan Kepala Bidang PSMA maupun Kepala Balai BTIKP, satuan pendidikan yang melaksanakan PJJ secara daring juga diminta untuk mengoptimalkan pemanfaatan Kelas Digital Huma Betang sebagai salah satu sarana pendukung pembelajaran.
Pemanfaatan platform pembelajaran digital diharapkan dapat membantu sekolah menjaga keberlangsungan proses belajar ketika peserta didik tidak dapat mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah. Namun, pelaksanaannya tetap perlu mempertimbangkan ketersediaan perangkat, kualitas jaringan internet, serta kondisi geografis dan aksesibilitas masing-masing wilayah.
Komitmen SMAN 1 Petak Malai di Tengah Keterbatasan
Bagi SMAN 1 Petak Malai, evaluasi ini memiliki relevansi langsung dengan kondisi yang sedang dihadapi sekolah. Dampak asap karhutla di sekitar Desa Tumbang Baraoi menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan pembelajaran. Untuk menjaga keselamatan warga sekolah, SMAN 1 Petak Malai juga melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh, meskipun dengan pendekatan PJJ secara luring atau pembelajaran tanpa pertemuan tatap muka langsung yang mengandalkan penugasan dan pengambilan bahan belajar secara terjadwal.
Pilihan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah, keterbatasan akses internet yang belum merata, serta kemampuan peserta didik dalam menjangkau layanan pembelajaran daring. Dalam kondisi seperti ini, pelaksanaan PJJ memerlukan penyesuaian agar kegiatan belajar tetap dapat berlangsung dan peserta didik tetap memperoleh pendampingan dari sekolah.
SMAN 1 Petak Malai pada prinsipnya mendukung arahan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah dan berupaya melaksanakannya secara optimal sesuai dengan kemampuan serta kondisi nyata di lapangan. Sekolah terus berupaya menjaga keberlangsungan pembelajaran, memperhatikan keselamatan warga sekolah, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko di lingkungan satuan pendidikan.
Keikutsertaan dalam rapat evaluasi ini juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memperkuat pemahaman terhadap kebijakan serta menyelaraskan langkah-langkah yang diambil dengan arahan pemerintah daerah. Evaluasi dan koordinasi seperti ini penting agar penanganan kondisi darurat dapat dilakukan secara lebih terarah, tanpa mengabaikan kebutuhan belajar peserta didik.
Melalui semangat Belajar di Desa, Berkarya untuk Dunia, SMAN 1 Petak Malai berkomitmen untuk terus beradaptasi menghadapi tantangan, termasuk kondisi lingkungan yang terdampak karhutla. Dengan dukungan berbagai pihak dan penyesuaian pembelajaran yang sesuai dengan keadaan setempat, sekolah berharap layanan pendidikan tetap berjalan, keselamatan warga sekolah terjaga, dan semangat belajar peserta didik tetap tumbuh di tengah keterbatasan.

Komentar
Posting Komentar