Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

SMAN 1 Petak Malai Sambut Arahan Presiden tentang Pentingnya Pendidikan Hutan dan Lingkungan

Gambar
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini tentang banjir besar di wilayah Sumatera membuka kembali diskusi penting mengenai kerusakan hutan di Indonesia. Presiden menekankan bahwa berbagai bencana ekologis tidak lepas dari degradasi lingkungan, khususnya deforestasi yang merusak keseimbangan alam. Sebagai langkah strategis, beliau meminta agar dunia pendidikan  terutama para guru  menambah porsi pembelajaran tentang pentingnya hutan dan pelestarian lingkungan dalam silabus sekolah. Arahan ini menjadi pengingat bahwa literasi lingkungan adalah kebutuhan mendesak. Generasi muda harus memahami bagaimana kerusakan hutan dapat memicu banjir, tanah longsor, kekeringan, bahkan mempercepat perubahan iklim. Pengetahuan tersebut akan membentuk pola pikir baru tentang pentingnya menjaga alam sejak dini. SMAN 1 Petak Malai menyambut arahan Presiden ini dengan penuh suka cita. Bahkan sebelum instruksi ini disampaikan, sekolah telah berupaya secara konsisten membangun karakter pedu...

HASUPA: Mengajar Membaca dan Sains Sederhana (4)

Gambar
Sabtu, 29 November 2025 , program HASUPA (Harmoni Aksi Siswa Peduli Aksara) kembali digelar di Desa Tumbang Baraoi, Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan. Program literasi yang merupakan bentuk pengabdian masyarakat oleh SMAN 1 Petak Malai ini kembali menyapa puluhan anak usia pra-sekolah hingga sekolah dasar. Seperti biasa, meski di dominasi anak-anak, kegiatan ini tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin hadir baik sebagai peserta maupun relawan. Sore itu, hujan ringan yang mulai turun sejak pukul 14.00 sempat membuat Muhammad Jumani , Kepala SMAN 1 Petak Malai sekaligus pendiri Taman Baca Baraoi , ragu apakah kegiatan perlu ditunda atau tetap dilaksanakan. Namun karena seluruh persiapan sudah matang mulai dari snack, hadiah kecil, bahan eksperimen sains, hingga buku-buku bacaan, maka diputuskan untuk tetap berangkat. Kali ini, Jumani tidak sendirian. Ia turut didampingi istri dan si bungsu. Kebetulan para siswa relawan sedang berhalangan hadir. Dalam dua pekan terakhir, istrin...

BASISMAN: Peluang Kerja Paruh Waktu untuk Mendukung Kemandirian Siswa SMAN 1 Petak Malai

Gambar
SMAN 1 Petak Malai - Jumat, 28 November 2025 menjadi hari yang berbeda bagi tiga siswa SMAN 1 Petak Malai: Deri, Regito, dan Adit . Di sela jeda istirahat siang, mereka memutuskan untuk memanfaatkan waktu sekitar 30 menit dengan mengambil pekerjaan paruh waktu yang tersedia melalui program BASISMAN (Bantuan Siswa Mandiri)   sebuah inovasi sekolah yang bertujuan mendukung siswa dengan tanggung jawab ekonomi yang cukup besar. Program BASISMAN hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap siswa yang harus memenuhi kebutuhan hidup sendiri atau bahkan menjadi tulang punggung keluarga. Melalui program ini, sekolah menawarkan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh penghasilan tambahan tanpa harus mengorbankan kegiatan belajar. Pekerjaan-pekerjaan yang ditawarkan pun dipilih sedemikian rupa agar tetap aman, edukatif, dan tidak mengganggu proses belajar mengajar. Lowongan Baru: Pemasangan Pipa Air untuk Perumahan Guru Dalam beberapa minggu terakhir, jalur air dari sumur bor menuju dua perumaha...

Mengapa Tuhan Menciptakan Virus?

Gambar
Jika mendengar kata virus , yang terbayang biasanya adalah penyakit: flu, demam, COVID-19, atau wabah misterius. Tapi tahukah kamu bahwa kebanyakan virus di dunia tidak berbahaya bagi manusia , dan justru punya peran penting dalam kehidupan di Bumi? Apakah virus punya manfaat?  Jawabannya,  Ya, sangat banyak. a. Menjaga keseimbangan populasi makhluk hidup Di alam, virus menjaga agar populasi organisme tertentu tidak meledak berlebihan. Contoh paling besar: bacteriophage , virus yang menyerang bakteri. Jika tidak ada bacteriophage, bakteri tertentu akan berkembang tanpa kendali dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Dengan kata sederhana: virus adalah ‘pengatur jumlah’ dalam rantai kehidupan. b. Menggerakkan siklus nutrisi dan ekosistem Di laut, lebih dari 40% bakteri mati setiap hari karena virus . Kematian bakteri ini melepaskan nutrisi penting ke air, yang kemudian dipakai: fitoplankton, ganggang, dan organisme kecil lainnya. Ini memengaruhi rantai ma...

Apakah Indonesia Perlu Meniru Korea Selatan?

Gambar
SMAN 1 Petak Malai - Dalam beberapa hari terakhir, dunia pendidikan diramaikan oleh berita dari Korea Selatan yang menerapkan kebijakan tegas terhadap pelaku bullying. Beberapa universitas ternama di negara tersebut menolak pendaftaran calon mahasiswa yang memiliki catatan kekerasan di sekolah bahkan jika nilai akademik mereka tinggi. Keputusan ini memicu perdebatan besar: apakah hukuman semacam itu benar-benar efektif, atau justru terlalu keras bagi remaja yang masih dalam proses berkembang? Tulisan ini mencoba menelaah kebijakan Korea Selatan tersebut, sekaligus melihat apakah langkah serupa layak diterapkan di Indonesia. Kebijakan Anti-Bullying di Korea Selatan: Tegas dan Jangka Panjang Korea Selatan dikenal dengan sistem pendidikannya yang ketat. Ketika kasus perundungan semakin sering muncul dan menjadi perhatian nasional, pemerintah serta banyak universitas mengambil langkah lebih keras. Beberapa poin penting kebijakan mereka adalah: Catatan bullying menjadi dokumen permane...

Main Character Syndrome (MCS) di Sekolah

Gambar
SMAN 1 Petak Malai - Dalam beberapa waktu terakhir, istilah Main Character Syndrome atau MCS sering muncul dalam diskusi publik, terutama di media sosial. Salah satunya diungkapkan dalam tanggapan Anies Baswedan terhadap postingan Oxford terakait penemuan bunga langka Rafflesia haseltii. Istilah yang awalnya populer di budaya internet ini ternyata juga relevan dalam dunia pendidikan, khususnya pada perilaku siswa di sekolah. MCS bukanlah gangguan psikologis, melainkan kecenderungan seseorang untuk merasa sebagai “tokoh utama” dalam setiap situasi seolah dunia berputar mengelilinginya. Fenomena ini sebenarnya wajar terjadi, terutama pada remaja yang sedang membangun jati diri. Namun, jika tidak diarahkan dengan baik, MCS bisa menimbulkan masalah sosial dan karakter. Sebaliknya, jika dikelola dengan tepat, MCS justru dapat menjadi energi positif yang memperkuat kepercayaan diri dan kreativitas siswa. Dampak Negatif MCS di Sekolah Di lingkungan sekolah, MCS dapat muncul lewat sikap si...

Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di SMAN 1 Petak Malai

Gambar
Hari ini, Selasa, 25 November 2025, SMAN 1 Petak Malai kembali dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan upacara peringatan Hari Guru Nasional sekaligus HUT ke-80 PGRI tingkat Kecamatan Petak Malai. Setelah sebelumnya sekolah ini juga menjadi tuan rumah berbagai rangkaian lomba perayaan yang sama, suasana halaman sekolah pagi ini kembali dipenuhi semangat, kebersamaan, dan penghormatan untuk para pendidik. Berbeda dari upacara biasanya, petugas pada upacara Hari Guru Nasional kali ini merupakan para guru dari berbagai jenjang pendidikan yang bertugas di Desa Tumbang Baraoi, ibu kota Kecamatan Petak Malai. Perpaduan guru SD, SMP, dan SMA di satu rangkaian kegiatan menciptakan nuansa yang hangatseolah seluruh ekosistem pendidikan di Petak Malai menyatu dalam satu barisan yang sama, satu semangat, dan satu tujuan. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Koordinator Wilayah Kecamatan Petak Malai Bidang Pendidikan, Bapak Hadriansyah, S.Pd , sementara pemimpin upacara adalah Bapak Edi Sabar...

Survei Akhir Tahun Penguatan Karakter 2025 di SMAN 1 Petak Malai

Gambar
SMAN 1 Petak Malai kembali melaksanakan salah satu agenda penting pada akhir tahun 2025, yaitu Pengisian Instrumen Survei Akhir Tahun Penguatan Karakter . Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Nomor 24595/A/PK.03.01/2025 , yang menugaskan satuan pendidikan di seluruh Indonesia untuk mengisi instrumen pemantauan terkait perkembangan karakter peserta didik. Hari ini, Senin 24 November 2025 , sekolah secara khusus memfasilitasi peserta didik untuk melaksanakan survei tersebut. Pelaksanaan dipusatkan di ruang kelas XII dengan memanfaatkan perangkat Chromebook , dan diikuti oleh 35 siswa . Para siswa tampak antusias mengikuti instruksi guru pendamping, mulai dari proses login hingga menyelesaikan seluruh butir survei yang disediakan. Tujuan Survei Penguatan Karakter Instrumen survei yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen ini umumnya bertujuan untuk: memetakan kondisi penguatan karakter peserta didik di sekolah, m...

Menginspirasi Siswa Lewat Kisah Raihan Sang Penemu Muda

Gambar
SMAN 1 Petak Malai - Setiap anak lahir dengan bakat, rasa ingin tahu, dan kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang cepat memahami logika matematika, ada yang suka berkarya dari barang bekas, ada yang gemar bertanya tentang hal-hal kecil di sekelilingnya. Keistimewaan itu tidak bergantung pada di mana mereka tinggal. Anak di kota dan anak di pedalaman sama-sama memiliki potensi besar yang membedakan hanyalah sejauh mana lingkungan mendukung dan memberi ruang agar bakat itu muncul ke permukaan. Beberapa waktu lalu, publik dibuat kagum oleh seorang siswa SMP bernama Raihan Jouzu Syamsudin . Ia berhasil menciptakan tinta spidol ramah lingkungan dari kulit bawang putih sesuatu yang mungkin tidak pernah terpikir sebelumnya. Raihan melihat tumpukan limbah kulit bawang yang selama ini dianggap tidak berguna, lalu bertanya pada dirinya sendiri: bisakah limbah ini menjadi sesuatu yang bermanfaat? Dengan rasa ingin tahu dan keberanian untuk mencoba, ia mengekstraksi pigmen alami dari kulit bawang ...

Manyipa di Sekolah: Antara Warisan Budaya dan Tantangan Pendidikan

Gambar
SMAN 1 Petak Malai - Di tengah keseharian sekolah yang penuh dengan aktivitas belajar, ada satu kebiasaan menarik yang masih terlihat di beberapa daerah pedalaman, termasuk di lingkungan SMAN 1 Petak Malai yaitu manyipa atau menyirih . Tradisi ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat dan masih dipraktikkan oleh sebagian warga, bahkan oleh beberapa siswa dan guru. Bagi masyarakat Dayak dan sejumlah etnis lain di Nusantara, manyipa bukan sekadar kebiasaan, melainkan simbol keakraban dan keramahan. Sirih, kapur, tembakau, dan gambir yang disediakan dalam wadah kecil menjadi tanda penerimaan dan penghormatan terhadap sesama. Dalam percakapan santai, berbagi sirih sering menjadi cara menjalin hubungan sosial yang hangat dan penuh makna. Namun, ketika tradisi ini hadir di lingkungan sekolah, muncul pertanyaan yang menarik untuk direnungkan: bagaimana posisi kebiasaan ini dalam dunia pendidikan modern? Sekolah, di satu sisi, berperan sebagai tempat pewarisan nilai bu...

Simulasi Jangka Sorong Interaktif

Simulasi Jangka Sorong Simulasi Jangka Sorong Media Pembelajaran Fisika Kelas X (Steel Blue Edition) Seret rahang geser untuk mengukur panjang benda. Skala Utama 0,0 Skala Nonius 0,00 Total 0,00 Atur panjang (mm): 40 mm Reset Cara Membaca Jangka Sorong Skala utama: angka sebelum nol nonius. Skala nonius: garis yang berhimpit dengan skala utama. Total: skala utama + (nilai nonius × 0,02 mm). Simulasi ini memiliki ketelitian 0,02 mm.

Menanamkan Mindset “Kompetisi Sejati” pada Peserta Didik Pedalaman

Gambar
Di zaman ketika pencapaian sering diukur dari siapa yang paling cepat, paling hebat, atau paling unggul dibandingkan orang lain, ada satu hal yang perlahan mulai terlupakan: bahwa kompetisi terpenting dalam hidup ini sebenarnya bukanlah melawan orang lain, melainkan melawan diri sendiri. Kita hidup bukan untuk menumbangkan siapapun, tetapi untuk mengasah diri agar menjadi lebih baik dari versi kita yang kemarin. Mindset inilah yang ingin terus ditanamkan kepada para peserta didik di SMAN 1 Petak Malai. Sebagai sekolah yang berdiri di pedalaman, kami menyadari bahwa banyak anak tumbuh dalam lingkungan yang jauh dari dukungan fasilitas dan paparan informasi seperti yang dinikmati anak-anak di perkotaan. Oleh sebab itu, support system dan suasana belajar yang tepat menjadi sangat penting agar mereka memiliki kesadaran bahwa masa depan mereka ditentukan oleh diri sendiri, bukan oleh keterbatasan sekitar. Penguatan karakter ini dilakukan secara konsisten melalui berbagai aktivitas pembias...

Seru dan Penuh Kebersamaan: Peringatan HGN ke-80 di Kecamatan Petak Malai

Gambar
SMAN 1 Petak Malai - Rabu, 19 November 2025 menjadi hari yang istimewa bagi dunia pendidikan di Kecamatan Petak Malai. Meski wilayah Tumbang Baraoi sempat diguyur hujan ringan hampir semalam suntuk, pelaksanaan Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 yang diselenggarakan oleh PGRI Kecamatan Petak Malai tetap berlangsung dengan baik, lancar, dan penuh makna. Halaman SMAN 1 Petak Malai yang menjadi lokasi kegiatan sejak pagi telah dipenuhi tamu undangan serta para guru dari berbagai jenjang pendidikan. Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.   Turut hadir dalam pembukaan kegiatan yakni Kepala Desa Tumbang Baraoi , Korwil Pendidikan Kecamatan Petak Malai , Demang Kecamatan Petak Malai , para kepala sekolah dari SMPN 1 Petak Malai dan SMAN 1 Petak Malai , serta Plt. Kepala TK Pembina beserta seluruh dewan guru dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA. Pembukaan dimeriahkan oleh penampilan tari dari siswi-siswi SMAN 1 Petak Malai , yang menyuguhkan pertunjukan memukau sebagai be...

Penguatan Literasi Numerasi melalui Permainan Balap Karung Matematika di SMAN 1 Petak Malai

Gambar
Selasa, 18 November 2025 — Upaya penguatan literasi numerasi di SMAN 1 Petak Malai terus digalakkan dengan harapan dapat memberikan dampak positif bagi kemampuan berhitung dan pemahaman konsep matematika peserta didik. Penguatan ini tidak hanya dilakukan secara konvensional melalui penjelasan materi atau latihan soal, tetapi juga dilakukan dengan berbagai variasi metode pembelajaran , termasuk penggunaan game edukatif , agar siswa lebih tertarik, lebih percaya diri, dan tidak takut ketika berhadapan dengan matematika. Sebagaimana diketahui, sebagian siswa sering merasa minder saat berhadapan dengan angka atau soal-soal operasi hitung. Karena itu, guru terus berupaya menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih ramah, menyenangkan, dan tidak menegangkan. Setelah sebelumnya dilakukan penguatan numerasi melalui metode klasikal dan permainan Tarik Tambang Matematika (lihat juga artikel Pagi Ceria di blog ini), beberapa waktu lalu pada sesi penguatan numerasi berikutnya, Bu Delima Sina...