Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Benarkah Murid Tak Boleh Tinggal Kelas? Meluruskan Pemahaman tentang Aturan Kenaikan Kelas di Kurikulum Terbaru

Gambar
SMAN 1 Petak Malai - Belakangan ini berkembang anggapan di tengah masyarakat bahwa kurikulum terbaru melarang murid untuk tinggal kelas. Isu ini dengan cepat menyebar dan memunculkan kekhawatiran bahwa pendidikan menjadi semakin longgar, tidak tegas, bahkan dianggap mengabaikan kualitas pembelajaran. Tidak sedikit pula yang menilai bahwa kebijakan tersebut membuat peserta didik naik kelas secara otomatis tanpa mempertimbangkan kesiapan dan pencapaiannya. Namun, jika ditelusuri lebih dalam melalui regulasi resmi dan panduan pembelajaran yang dikeluarkan pemerintah, anggapan tersebut sesungguhnya tidak sepenuhnya tepat. Dalam Kurikulum Merdeka, tidak ada aturan yang secara eksplisit melarang murid untuk tinggal kelas. Yang berubah bukanlah boleh atau tidak bolehnya tinggal kelas, melainkan cara pandang dalam mengambil keputusan tersebut. Kenaikan kelas tidak lagi diposisikan semata-mata sebagai hasil akhir dari angka rapor atau nilai ujian, tetapi sebagai keputusan pedagogis yang harus m...

Perubahan Penting Pengelolaan Kinerja di Tahun 2026

Gambar
SMAN 1 Petak Malai - Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam arah baru pengelolaan kinerja di dunia pendidikan. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan sejumlah pembaruan kebijakan yang tidak sekadar melanjutkan sistem sebelumnya, tetapi memperluas jangkauan, memperjelas fokus, dan memperkuat orientasi pada kualitas kinerja nyata. Perubahan ini menjadi perhatian penting bagi sekolah, guru, dan tenaga kependidikan karena menyentuh langsung cara kinerja dinilai, dilaporkan, dan dimaknai. Secara umum, pengelolaan kinerja tahun 2026 tetap melanjutkan prinsip penyederhanaan yang sudah mulai diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya. Guru dan tenaga kependidikan tidak lagi dibebani dengan tumpukan administrasi yang berorientasi dokumen semata. Sistem digital melalui Ruang GTK tetap menjadi tulang punggung pengelolaan kinerja, sehingga proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kinerja dapat dilakukan secara terintegrasi dan transparan. Penilaian kinerja j...

Ketika AI Masuk Kelas: Peluang Literasi Baru bagi Sekolah hingga Pelosok Negeri

Gambar
SMAN 1 Petak Malai - Di awal tahun ini, ada satu perubahan besar yang pelan-pelan mulai terasa di dunia pendidikan: kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak lagi sekadar istilah teknologi yang jauh dari ruang kelas, tetapi mulai hadir sebagai bagian nyata dari proses belajar. Dulu AI mungkin hanya dikenal melalui film, berita luar negeri, atau aplikasi hiburan di gawai. Kini, AI mulai dipandang sebagai alat belajar, pendamping guru, bahkan sebagai literasi baru yang perlu dipahami oleh siswa sejak dini. Perubahan ini semakin terasa setelah banyak sekolah di Indonesia, termasuk sekolah-sekolah di daerah pedalaman, mendapatkan bantuan digitalisasi pembelajaran. Di Kalimantan Tengah misalnya, hampir seluruh SMA  sederajat kini telah menerima berbagai perangkat pendukung pembelajaran digital termasuk perangkat pendukungnya seperti internet satelit (starlink) dan sumber listrik tenaga matahari. Papan tulis interaktif atau TV interaktif juga telah mulai menggantikan papa...

HASUPA Tetap Menyala di Masa Libur: Harmoni Aksi Literasi dari Petak Malai (9)

Gambar
SMAN 1 Petak Malai - Suasana libur sekolah tidak selalu identik dengan berhentinya aktivitas belajar. Di SMAN 1 Petak Malai, semangat literasi justru terus dijaga melalui program HASUPA , Harmoni Aksi Siswa Peduli Aksara. Program literasi yang digagas dan dijalankan secara konsisten ini kembali digelar pada Sabtu, 27 Desember 2025, bertempat di depan Aula Merah Putih, Kecamatan Petak Malai. Meski berada di tengah masa libur panjang, HASUPA tetap hadir sebagai ruang belajar yang ramah, sederhana, dan penuh kehangatan bagi anak-anak. Seperti biasanya, kegiatan dimulai sekitar pukul tiga sore. Muhammad Jumani berangkat menuju lokasi dengan membawa perlengkapan khas HASUPA: sebuah box berisi buku bacaan anak dan terpal berwarna biru yang akan dijadikan alas duduk bersama. Kesederhanaan ini justru menjadi ciri khas HASUPA, bahwa literasi tidak selalu membutuhkan ruang mewah, cukup niat, waktu, dan kepedulian. Kegiatan kali ini terasa sedikit berbeda karena tidak hanya ditemani relawan siswi...

Membaca Hasil TKA dengan Kepala Dingin dan Hati Terbuka

Gambar
SMAN 1 Petak Malai - Belakangan ini, ruang-ruang diskusi pendidikan ramai oleh satu topik yang sama: hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dinilai banyak pihak “anjlok” dan mengkhawatirkan. Sebagian langsung menarik kesimpulan besar bahwa pendidikan Indonesia sedang berada dalam kondisi sangat kritis, bahkan gagal. Namun benarkah satu hasil asesmen cukup kuat untuk menjadi vonis bagi seluruh wajah pendidikan kita? TKA pada dasarnya adalah alat ukur. Ia dirancang untuk membaca capaian akademik siswa pada aspek-aspek tertentu, pada satu waktu, dengan standar tertentu pula. Seperti alat ukur lainnya, TKA memberi sinyal, bukan putusan akhir. Ia menunjukkan ada persoalan, tetapi tidak serta-merta menjelaskan seluruh sebabnya. Karena pendidikan bukan hanya soal nilai ujian, melainkan juga proses panjang yang dipengaruhi konteks sosial, ekonomi, geografis, dan kebijakan yang terus berubah. Jika hasil TKA rendah terjadi secara luas, tentu ini tidak boleh dianggap sepele. Ia adalah lampu pe...

Guru Pejuang Digital: Apakah Pengganti Guru Penggerak atau Sebuah Peran Baru?

Gambar
SMAN 1 Petak Malai - Di tengah derasnya arus transformasi digital pendidikan, muncul istilah baru yang mulai sering digaungkan: guru pejuang digital . Istilah ini kerap disebut-sebut sebagai “pengganti” Guru Penggerak, atau setidaknya sebagai wajah baru perjuangan guru di era teknologi. Namun, benarkah guru pejuang digital adalah program resmi yang menggantikan Guru Penggerak? Atau justru hanya istilah kultural yang lahir dari kebutuhan zaman? Berbeda dengan Guru Penggerak yang merupakan program resmi Kementerian Pendidikan , istilah guru pejuang digital sejatinya bukan nama program formal yang terstruktur dan bersertifikat . Ia lebih tepat dipahami sebagai sebutan atau identitas peran bagi guru-guru yang berjuang memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sering kali dengan keterbatasan sarana dan kondisi yang tidak ideal. Guru pejuang digital adalah mereka yang: Menggunakan teknologi seadanya untuk mendukung pembelajaran, Berinisiatif belajar m...

“Isu Mobil Unyil untuk Guru & Kenapa Kendaraan Operasional Itu Penting bagi Pendidikan di Daerah 3T”

Gambar
SMAN 1 Petak Malai - Belakangan ini, media sosial khususnya Facebook ramai memperbincangkan sebuah isu menarik: mobil Unyil yang disebut-sebut bakal diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai kendaraan operasional untuk guru, kepala sekolah, atau sekolah . Isu ini tersebar melalui berbagai video dan unggahan yang menyentuh hati banyak guru dan warga pendidikan di daerah. Namun, apa sebenarnya fakta di baliknya?   “Mobil Unyil” sendiri merupakan konsep mobil nasional buatan dalam negeri yang digagas sebagai kendaraan sederhana, fungsional, dan hemat bahan bakar — bukan kendaraan mewah untuk pejabat. Konsep ini bahkan disebut memiliki makna simbolis: sebagai bentuk penghargaan terhadap guru yang berjasa mencerdaskan generasi bangsa. Namun, perlu dipahami bahwa hingga kini tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah atau Presiden Prabowo yang menyatakan mobil Unyil akan diberikan secara massal sebagai kendaraan operasional resmi bagi guru atau kepala sekolah seluruh Indonesia ...

Blended Learning di SMAN 1 Petak Malai: Ketika Pembelajaran Beradaptasi dengan Alam dan Realitas

Gambar
SMAN 1 Petak Malai - Ketika istilah blended learning sering dipahami sebagai pembelajaran berbasis teknologi tinggi lengkap dengan laptop pribadi, jaringan internet cepat, dan platform digital canggih realitas di sekolah-sekolah pedalaman sering kali dipandang tidak memungkinkan untuk menerapkannya. Namun, pengalaman di SMAN 1 Petak Malai justru menunjukkan bahwa blended learning tidak selalu harus hadir dalam wajah yang seragam. Ia dapat tumbuh secara kontekstual, menyesuaikan diri dengan alam, kondisi sosial, dan keterbatasan yang ada. Secara sederhana, blended learning adalah model pembelajaran yang menggabungkan tatap muka di kelas dengan pemanfaatan teknologi digital , serta memberi ruang fleksibilitas waktu dan tempat belajar bagi peserta didik. Jika merujuk pada definisi ini, maka praktik pembelajaran di SMAN 1 Petak Malai sejatinya telah lama bergerak ke arah tersebut meskipun mungkin belum pernah disebut secara formal sebagai blended learning . Beberapa guru di SMAN 1 Pe...

HASUPA SMAN 1 Petak Malai : Perkuat Literasi dan Edukasi Lingkungan (8)

Gambar
Petak Malai - Kegiatan HASUPA (Harmoni Aksi Siswa Peduli Aksara) , salah satu program unggulan SMAN 1 Petak Malai di bidang literasi , kembali digelar pada Sabtu, 20 Desember 2025 . Kegiatan berlangsung pada sore hari sekitar pukul 15.00 waktu setempat , bertempat di halaman depan Aula Merah Putih Kecamatan Petak Malai . HASUPA merupakan program yang melibatkan siswa sebagai relawan literasi untuk mendampingi anak-anak dalam kegiatan membaca sekaligus memberikan edukasi sederhana yang kontekstual dengan lingkungan sekitar. Program ini menjadi ruang belajar alternatif yang terbuka bagi masyarakat serta wujud nyata kepedulian sekolah terhadap penguatan budaya literasi di wilayah pedalaman. Sore itu, cuaca sempat kurang bersahabat. Awan mendung menggantung di langit Petak Malai dan sesekali terdengar gemuruh guntur dari kejauhan. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat tim pelaksana. Muhammad Jumani bersama istri dan si bungsu tetap mempersiapkan kebutuhan kegiatan, mulai dari ...

Bagaimana Nasib Kepala Sekolah yang Terlanjur Diangkat Tapi Belum Diklat BCKS?

Gambar
SMAN 1 Petak Malai - Beberapa waktu terakhir, percakapan di grup guru, ruang kantor, hingga media sosial ramai membahas satu pertanyaan penting: bagaimana nasib kepala sekolah yang sudah terlanjur diangkat, tetapi belum memiliki sertifikasi kepala sekolah? Kekhawatiran ini semakin menguat setelah terbitnya Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 dan mulai diberlakukannya sistem SIM KSP-STK . Bagi sebagian guru, pertanyaan ini bukan sekadar isu kebijakan, melainkan menyentuh hal yang sangat personal: amanah jabatan, kelangsungan tugas, hingga hak menerima tunjangan . Terutama bagi kepala sekolah di daerah terpencil . Namun, jika dicermati dengan tenang, regulasi ini sejatinya tidak dimaksudkan untuk “menggugurkan” kepala sekolah yang sudah bekerja , melainkan menata sistem secara bertahap. Hal pertama yang perlu dipahami adalah prinsip dasar dalam Permendikdasmen No. 7 Tahun 2025 . Aturan ini mengatur tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah , termasuk pengangkatan, masa tugas, per...

Apakah Gerakan Ayah Mengambil Rapor Benar-Benar Tepat dan Efektif?

Gambar
SMAN 1 Petak Malai - Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah lahir dari niat baik: mendorong keterlibatan ayah dalam pendidikan anak. Kehadiran ayah di sekolah diharapkan mampu memperkuat dukungan emosional, membangun komunikasi keluarga, serta mengurangi jarak antara orang tua dan dunia pendidikan anak. Namun, ketika sebuah kebijakan nasional dihadapkan pada realitas sosial yang beragam, pertanyaan reflektif pun perlu diajukan: apakah gerakan ini selalu tepat dan efektif untuk semua konteks? Di SMAN 1 Petak Malai, realitas sosial masyarakat menunjukkan kondisi yang tidak sederhana. Sekitar 70 persen peserta didik tidak melibatkan peran ayah dalam berbagai kegiatan sekolah, mulai dari pengambilan rapor, rapat orang tua, hingga agenda lainnya. Ketidakhadiran ini bukan semata karena kurangnya kepedulian, melainkan dilatarbelakangi oleh kondisi ekonomi dan sosial yang kompleks. Mayoritas ayah peserta didik bekerja jauh dari desa. Sebagian besar menggantungkan hidup pada tambang e...

Pentas Seni Hari Kedua Trofeo Voli dan Kunjungan Persahabatan SMAN 1 Katingan Tengah

Gambar
Tumbang Samba - Rangkaian kegiatan Trofeo Voli dan Pentas Seni Kunjungan Persahabatan 2025 di SMAN 1 Katingan Tengah berlanjut pada hari kedua, Selasa, 16 Desember 2025 , dengan pelaksanaan pentas seni yang berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi seni sekaligus ajang silaturahmi antarsekolah yang hadir sebagai tamu. Pentas seni diikuti tidak hanya oleh siswa-siswi tuan rumah SMAN 1 Katingan Tengah, tetapi juga oleh sekolah-sekolah tamu. Beragam penampilan ditampilkan, mulai dari tari daerah, vokal solo, hingga drama , yang masing-masing menggambarkan kekayaan budaya, kreativitas, serta bakat peserta didik. Antusiasme penonton terlihat jelas dari ratusan warga sekolah dan undangan yang memadati area pelaksanaan kegiatan. Salah satu penampilan yang juga mendapat perhatian datang dari SMAN 1 Petak Malai . Pada kesempatan ini, delegasi SMAN 1 Petak Malai mempersembahkan sebuah tarian berjudul “Tari Bawi Tingang” . Tarian ini mengangkat sosok...

Semangat Sportivitas Warnai Trofeo Voli Hari Pertama di SMAN 1 Katingan Tengah

Gambar
Tumbang Samba, 15 Desember 2025 — Even Trofeo Voli yang menjadi rangkaian hari pertama kegiatan Trofeo Voli dan Pentas Seni di SMAN 1 Katingan Tengah resmi digelar pada Senin (15/12). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala SMAN 1 Katingan Tengah, H. Iskardi , dan diikuti oleh 9 tim voli putra dan 10 tim putri dari sekolah SMA sederajat se-Kecamatan Katingan Tengah dan kecamatan sekitarnya. Pada ajang tersebut, SMAN 1 Petak Malai turut ambil bagian dengan mengirimkan tim voli putra dan putri sebagai wakil sekolah. Berdasarkan hasil undian, tim voli putra SMAN 1 Petak Malai mendapatkan nomor urut 9 dan harus berhadapan dengan SMAN 1 Sanaman Mantikei pada pertandingan keempat. Tim voli putra SMAN 1 Petak Malai tampil dengan total 8 pemain , yaitu Hendra, Jely, Amansyur, Lindo, Mario, Andri, Indra Yudha, dan Randie. Sejak set pertama, pertandingan berlangsung sengit dengan jual beli serangan dari kedua tim. Meski bermain penuh semangat dan totalitas, SMAN 1 Petak Malai harus menga...

SMAN 1 Petak Malai Ikuti Trofeo dan Pentas Seni 2025 di Tumbang Samba

Gambar
Tumbang Baraoi - Minggu, 14 Desember 2025, sekitar pukul 14.00 WIB, sebanyak 16 siswa perwakilan SMAN 1 Petak Malai resmi diberangkatkan dari Tumbang Baraoi menuju Tumbang Samba. Keberangkatan ini dalam rangka mengikuti kegiatan Trofeo dan Pentas Seni Kunjungan Persahabatan 2025 yang diselenggarakan oleh SMAN 1 Katingan Tengah , Tumbang Samba, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada tanggal 15–16 Desember 2025 . Rombongan berangkat menggunakan dua armada, yakni satu unit mobil dobel gardan serta kendaraan pribadi milik orang tua salah satu siswa, Indra Yudha. Seluruh siswa didampingi oleh Dodie, S.Pd , serta diantar langsung oleh Muhammad Jumani, S.Pd , selaku Kepala SMAN 1 Petak Malai. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat jam dengan kondisi medan yang cukup menantang, terutama di musim hujan, rombongan akhirnya tiba di SMAN 1 Katingan Tengah dengan selamat. Setibanya di lokasi, rombongan disambut dengan hangat oleh panitia kegiatan. Para peserta kemudian diarahkan menu...

SMAN 1 Petak Malai Hadiri Musrenbangdes dan Musdes Desa Tumbang Baraoi Tahun 2025

Gambar
Tumbang Baraoi - Sabtu, 13 Desember 2025, SMAN 1 Petak Malai mendapat undangan untuk menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) sekaligus Musyawarah Desa (Musdes) yang diselenggarakan di Kantor Desa Tumbang Baraoi . Kegiatan ini menjadi forum penting dalam menyerap aspirasi serta menyusun rencana pembangunan desa yang akan diusulkan ke tingkat kecamatan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bpk, Agiansyah,  Kepala Desa Tumbang Baraoi dan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Bpk Andrew Santo M,  Camat Petak Malai beserta Ibu Ketua PKK Kecamatan , Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Petak Malai , serta beberapa narasumber lainnya. Musyawarah ini juga dihadiri oleh seluruh komponen desa dan lintas sektor, mulai dari Ketua PKK Desa, perwakilan bidang kesehatan dan pendidikan, Linmas, BPD, DAD, hingga Kepala Dusun (Kadus) . Pada kesempatan ini, undangan dari satuan pendidikan menengah tersebut dihadiri langsung oleh Muhammad J...